Ketua Umum Partai Amanat Nasional (Ketum PAN) Zulkifli Hasan (Zulhas) membuka kompetisi cerdas cermat islami tingkat nasional bertajuk 'PANDai 2026'. Ajang ini digelar untuk membina karakter dan etika generasi muda di tengah tantangan perkembangan teknologi.
Acara pembukaan ini berlangsung di kantor DPP PAN, Jakarta, Kamis (12/3/2026). Zulhas, yang didampingi Sekjen PAN Eko 'Patrio', menyambut 32 tim pelajar perwakilan dari berbagai provinsi yang berhasil masuk ke babak semifinal.
"PANDai tentu tujuannya itu memberikan edukasi agar kita terus membangun akhlak yang baik, akhlakul karimah, di tengah perkembangan teknologi. Karena sekarang itu kan hoax, fitnah, pergaulan bebas. Nah, kita ambil dari anak-anak untuk melakukan pendidikan karakter atau akhlak yang islami," kata Zulhas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita bina karakternya. Karakter itu ada pendidikan agama, wawasan kebangsaan, dan lain-lain mulai dari usia dini. Inilah yang dilakukan oleh PAN melalui PANDai," sambungnya.
Dalam momen pembukaan tersebut, Zulhas memberikan apresiasi lebih kepada para peserta yang nantinya memenangkan kompetisi ini. Dia memutuskan untuk menambah nominal hadiah uang tunai bagi seluruh kategori pemenang, mulai dari Juara 1 hingga Juara Harapan.
"Tadi hadiahnya saya dengar tadi nomor satu berapa? Rp 30 (juta)? Kita naikkan ya hadiah nomor satu jadi Rp 40 (juta). Hadiah nomor dua? Hadiah nomor dua jadi Rp 30 (juta). Hadiah nomor tiga? Jadi Rp 25 (juta). Harapan satu, dua, tiga masing-masing Rp 5 juta jadi Rp 10 juta," ujarnya.
Selain tambahan uang pembinaan, Zulhas juga menjanjikan pemberian perangkat tablet bagi para pemenang sebagai penunjang pendidikan mereka. Ia menegaskan dukungan penuh partai terhadap kegiatan edukatif semacam ini.
Zulhas menekankan bahwa PAN ingin membuktikan partai politik (parpol) tidak hanya mengurusi masalah suara atau elektoral semata. Dia menyebut parpol juga memiliki tanggung jawab sosial dalam membangun karakter bangsa.
Lebih lanjut, dia berencana agar agar ajang dakwah dan cerdas cermat ini bisa disiarkan dalam televisi nasional di masa mendatang.
"Bila perlu sewa satu jam siaran langsung di TV. Siaran langsung! Jadi anak-anak tampil dilihat oleh masyarakatnya, dilihat oleh kabupaten/provinsinya. Kalau mau tampil di TV, aku yang dukung anggarannya," sebutnya.
Sementara itu, Ketua Panitia PANDai 2026, Edison Sitorus menjelaskan bahwa kompetisi ini mendapatkan antusiasme tinggi dari berbagai daerah. Tercatat ada 300 tim yang mendaftar melalui DPW PAN di seluruh Indonesia.
"Seluruh tim melaksanakan babak penyisihan di daerah masing-masing. Hasilnya, terpilih 32 tim terbaik yang hadir saat ini di DPP PAN untuk mengikuti babak semifinal dan final," jelas Edison.
Edison menuturkan ajang ini sekaligus menegaskan komitmen dan tanggung jawab sosial PAN dalam membangun sumber daya manusia yang unggul. "Kami percaya bahwa masa depan bangsa ini ada di tangan anak-anak muda yang religius dan berwawasan luas," imbuhnya.
Simak juga Video 'Ramadan dan Kesetaraan Gender di Era Digital':
(rfs/rfs)

















































