Kemlu Pantau Kondisi WNI Usai AS-Israel Bombardir Iran

13 hours ago 7

Jakarta -

Militer Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan ke Iran. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memantau kondisi warga negara Indonesia (WNI) di Iran.

"KBRI Teheran saat ini memprioritaskan komunikasi intensif dengan para Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Iran," kata Juru Bicara Kemlu Vahd Nabyl Achmad Mulachela saat dihubungi, Sabtu (28/2/2026).

Nabyl mengatakan KBRI Teheran mengonfirmasi serangan udara di beberapa kota dilancarkan sekitar pukul 09.45 waktu setempat. KBRI telah mengeluarkan edaran terkait hal yang harus dilakukan para WNI buntut situasi panas yang terjadi di Iran saat ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita akan terus melakukan asesmen menyeluruh terhadap situasi keamanan dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan keselamatan WNI," kata dia.

"Diimbau agar seluruh WNI di Iran untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, mengikuti arahan otoritas setempat, serta menjaga komunikasi dengan KBRI," imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, lima kota terdampak serangan Israel dan AS. Ledakan terdengar di Kota Isfahan, Qom, Karaj, dan Kermanshah, serta di Ibu Kota Teheran.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan serangan militer terhadap Iran dalam pernyataan video. Trump menyebut serangan AS sebagai serangan "besar-besaran dan berkelanjutan" untuk menghancurkan rudal dan angkatan laut Iran.

Dia juga menyebut bahwa serangan tersebut bertujuan untuk mencegah Iran membahayakan nyawa warga negara AS.

"Militer Amerika Serikat sedang melancarkan operasi besar-besaran dan berkelanjutan untuk mencegah kediktatoran radikal yang sangat jahat ini dari mengancam Amerika dan kepentingan keamanan nasional inti kita," ucap Trump dalam pengumumannya, seperti dilansir CNN, Sabtu (28/2).

"Tujuan kita adalah untuk membela rakyat Amerika dengan menghilangkan ancaman nyata dari rezim Iran," sebutnya.

"Kita akan menghancurkan rudal-rudal mereka dan meluluhlantakkan industri rudal mereka hingga rata dengan tanah. Industri itu akan benar-benar--sekali lagi--dimusnahkan. Kita akan memusnahkan angkatan laut mereka," tegas Trump dalam pernyataan video yang dirilis via media sosial Truth Social pada Sabtu (28/2) dini hari waktu AS.

Dia mengatakan Iran telah berupaya membangun kembali program nuklirnya setelah dibombardir oleh AS dan Israel pada Juni tahun lalu.

"Mereka menolak setiap kesempatan untuk mencapai ambisi nuklir mereka, dan kita tidak bisa menoleransinya lagi," kata Trump dalam pernyataannya.

(wnv/idh)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |