Kemensos & PB Inkanas Sinergi Perkuat Karakter Siswa Sekolah Rakyat

11 hours ago 3

Jakarta -

Kementerian Sosial dan PB Institut Karate-Do Nasional (Inkanas) resmi menjalin kerja sama untuk mengajarkan karate sebagai ekstrakurikuler di Sekolah Rakyat. MoU dan Perjanjian Kerja Sama ditandatangani Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Ketua Umum PB Inkanas Komjen Pol. Ramdani Hidayat di Depok (14/4).

Gus Ipul menjelaskan karate dipilih sebagai sarana penguatan pendidikan karakter bagi siswa Sekolah Rakyat yang merupakan sekolah berasrama bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Menurutnya, ini adalah hal yang dibutuhkan khususnya dalam penguatan pendidikan karakter di Sekolah Rakyat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sebagaimana diketahui Sekolah Rakyat ini adalah sekolah berasrama yang siswa-siswanya berasal dari keluarga yang paling tidak mampu, di mana mereka dididik secara berkelanjutan selama 24 jam," kata Gus Ipul dalam keterangan tertulis, Selasa (14/4/2026).

Selain pendidikan akademik dan agama, siswa Sekolah Rakyat kini juga akan mendapat ekstrakurikuler bela diri.

"Secara khusus hari ini, kami ingin memberikan penguatan dengan memberikan kesempatan siswa Sekolah Rakyat bisa memperoleh pembelajaran seni bela diri, dalam hal ini adalah karate," jelas Gus Ipul.

Melalui program ini, Gus Ipul berharap para siswa tumbuh lebih percaya diri dan memiliki karakter yang kuat.

"Lebih percaya diri dan mengerti harus melakukan apa, ketika ada katakanlah hal-hal yang tidak sesuai dengan norma-norma yang ada," imbuhnya.

Ketua Umum PB Inkanas Komjen Pol. Ramdani Hidayat menegaskan pendidikan etika akan menjadi fondasi dalam program ini, bukan sekadar teknik bela diri.

"Karena di kegiatan bela diri manapun, harusnya etika yang dikedepankan. Kalau etika dikedepankan, akan bisa menghormati sesamanya, baik kawannya, adik-adiknya, bahkan ke orang tuanya. Itu yang kita harapkan, yang kita siapkan," kata Ramdani.

Untuk pelaksanaannya, Inkanas akan berkoordinasi dengan pengurus daerah dan Dansat Brimob di seluruh Indonesia, mengingat Sekolah Rakyat tersebar di 166 titik.

"Jadi sebenarnya kami juga tidak kesulitan. Tadi yang disampaikan oleh Pak Menteri ada 166 titik (Sekolah Rakyat). Jadi kami tinggal menyampaikan edaran atau perintah kepada, khususnya pada Dansat Brimob seluruh Indonesia, untuk membantu bagaimana pendidikan karakter di Sekolah Rakyat ini bisa terus-menerus berjalan," ungkapnya.

Soal seragam, Ramdani memastikan siswa tidak perlu membeli perlengkapan khusus.

"Menurut kami tidak perlu (seragam), karena itu membebani. Jadi mereka sudah punya pakaian olahraga, ya kita pakai pakaian olahraga saja. Yang penting tujuannya dan manfaatnya bisa tercapai," ujar Ramdani.

Gus Ipul menutup dengan harapan besar agar program ini mencetak generasi tangguh dan berkarakter.

"Intinya jadi generasi yang tangguh dan berkarakter. Berkarakter itu tadi disiplin, berprestasi, cinta tanah air, cinta orang tua, semuanya itu adalah generasi yang berkarakter. Yang berkarakter ini adalah modal menang di masa yang akan datang," tutup Gus Ipul.

Sebagai informasi, acara ini turut dihadiri Sekretaris Jenderal Kemensos Robben Rico, Ketua Harian PB Inkanas Komjen Pol (Purn) Condro Kirono, dan Rektor Universitas Tulungagung (UNITA) Muharsono.

Simak juga Video 'Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II Ditargetkan Rampung Akhir Juni':

(anl/ega)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |