Kemenag Sesalkan Insiden Saat Misa Penghiburan di Depok: Utamakan Dialog

1 month ago 9

Jakarta -

Kementerian Agama (Kemenag) menyesalkan insiden saat misa penghiburan di rumah warga, Cipayung, Kota Depok. Kemenag berharap kejadian serupa tidak kembali terulang dan mengajak seluruh masyarakat menjaga sikap saling menghormati antarumat beragama.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat (Humas) dan Komunikasi Publik Kementerian Agama, Thobib Al Asyhar, mengatakan dialog perlu dikedepankan dalam menyelesaikan persoalan yang berkaitan dengan aktivitas keagamaan.

"Kami menyesalkan terjadinya peristiwa tersebut. Tentu kami berharap kejadian serupa tidak terulang lagi," kata Thobib kepada wartawan, Rabu (1/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengajak masyarakat untuk terus memperkuat semangat persatuan dengan mengedepankan sikap saling menghormati di tengah keberagaman.

"Mari kita kedepankan sikap saling menghormati antarumat beragama dan mengutamakan dialog yang produktif dengan semangat persatuan," ujarnya.

Thobib juga mengimbau masyarakat yang belum memahami kegiatan keagamaan suatu agama agar mencari penjelasan melalui jalur yang tepat. Menurutnya, penyuluh agama dapat menjadi pihak yang memberikan informasi dan klarifikasi terkait pelaksanaan kegiatan keagamaan.

"Jika ada yang belum dipahami terkait giat keagamaan suatu agama, warga bisa melakukan klarifikasi atau meminta penjelasan kepada penyuluh agama setempat," tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, sebuah rekaman video viral menarasikan pelarangan ibadah misa penghiburan di rumah duka di Cipayung, Kota Depok. Polisi dan TNI turun tangan dan menyelesaikan konflik tersebut dengan damai.

Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (28/6). Bermula saat keluarga dan kerabat berkumpul di rumah duka mendiang SLS (70) untuk melaksanakan misa penghiburan.

Sebagai informasi, misa penghiburan atau misa requiem adalah perayaan Ekaristi dalam Gereja Katolik yang dipersembahkan untuk mendoakan kedamaian jiwa umat yang meninggal dunia sekaligus memberikan penghiburan rohani bagi keluarga yang ditinggalkan.

Narasi video menyebutkan kegiatan ibadah tersebut dihalangi oleh pengurus lingkungan setempat, meski Romo disebut telah hadir untuk memimpin misa penghiburan di rumah duka tersebut.

Dimintai konfirmasi, Kasi Humas Polres Metro Depok AKP Hendra mengatakan peristiwa tersebut terjadi karena ada miskomunikasi antara warga dan pemilik rumah.

"Ada miskomunikasi awalnya. Ada warga yang tidak tahu-menahu menegur ada acara apa," ujar AKP Hendra saat dihubungi wartawan, Selasa (30/6).

Simak juga Video 'Menag soal Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul: Semoga Tak Terulang':

(azh/rfs)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |