Kapolri Titip Perusahaan Jadikan Buruh sebagai Mitra, Minta Semua Guyub

4 hours ago 3

Jakarta -

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo berpesan kepada para pemilik perusahaan agar menjadikan buruh sebagai mitra dan keluarga. Dia menekankan persatuan penting untuk menjaga iklim perindustrian.

Hal itu disampaikan Jenderal Sigit saat menghadiri konsolidasi akbar Konfederasi Serikat Pekerja Metal Indonesia di Cikarang, Jawa Barat (Jabar), Jumat (11/9). Turut hadir di lokasi Penasihat Khusus Presiden bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh serta Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, para pejabat utama Mabes Polri dan, Kapolda Metro Jaya Komjen Asep Edi Suheri dan pejabat lainnya.

"Tolong saya titip betul, jadikan rekan-rekan pekerja ini sebagai mitra dan aset perusahaan, sebagai keluarga. Karena begitu beliau-beliau, teman-teman ini menjadi bagian dari keluarga, tentunya kita bersama-sama berpikir bagaimana agar rumah besar kita, perusahaan ini, kemudian bisa tumbuh," kata Jenderal Sigit di lokasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jenderal Sigit menyebut kondisi global saat ini berdampak pada kondisi dan kebijakan semua negara, tak terkecuali Indonesia. Jenderal Sigit meminta semua pelaku usaha untuk menjaga persatuan di tengah situasi global.

"Jadi, yang penting maksudnya adalah kita paham kalau kita rukun, kita bisa bersatu, tapi kalau kita selalu ribut, rusuh, selalu konflik, tentu akan membuat semuanya menjadi bubar. Dan ini tentunya yang harus kita hindari dalam situasi seperti ini," ujarnya.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prawbowo menghadiri Konsolidasi Akbar KSPMI di Bekasi, Jumat (11/9/2026).Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prawbowo menghadiri Konsolidasi Akbar KSPMI di Bekasi, Jumat (11/9/2026). Foto: Wildan Noviansah/detikcom

Pemerintah, kata Jenderal Sigit, terus berkomitmen untuk menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat. Jenderal Sigit menitipkan kepada buruh hingga pelaku usaha untuk sama-sama menjaga ketertiban demi iklim investasi yang sehat.

"Banyak sekali program-program Presiden yang tentunya harapannya membuka lapangan pekerjaan baru. Kita dengar di program hilirisasi beliau saat ini di bidang bauksit, kemudian di bidang otomotif, di bidang baterai listrik, dan juga program-program lain diharapkan bisa membuka peluang lapangan pekerjaan sekitar 5,9 juta," kata dia.

"Satu hal yang tentu harus kita jaga adalah bagaimana kemudian agar iklim investasi tersebut bisa kondusif. Salah satunya adalah bagaimana kemudian permasalahan-permasalahan industrial bisa diselesaikan dengan baik, dan kemudian bagaimana agar suasana di kawasan industri itu harus betul-betul terjaga," imbuhnya.

(wnv/mea)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |