Isi Permintaan Maaf dan Janji Abah Setu Buntut Ucapan Hina Nabi

5 hours ago 3

Bekasi -

Pimpinan Majelis Dzikir Nurul Hikam, Asep Setiawan alias Abah Setu, memberikan klarifikasi terkait pernyataannya yang dinilai menghina Nabi Muhammad SAW. Abah Setu meminta maaf atas ucapannya yang telah menimbulkan kegaduhan tersebut.

Permintaan maaf Abah Setu ini disampaikan dalam proses mediasi dan klarifikasi yang turut dihadiri oleh MUI Kabupaten Bekasi, tokoh agama dan masyarakat, serta organisasi kemasyarakatan (ormas), di Mapolres Metro Bekasi, pada Kamis (10/9/2026).

Dalam pernyataannya itu, Abah Setu mengakui salah atas ucapannya yang telah menimbulkan kegaduhan serta menyinggung kaum Muslimin. Abah Setu juga menyampaikan permintaan maaf atas ucapannya itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sehubungan dengan beredarnya video yang menyinggung kaum Muslimin dan menghina Nabi Muhammad SAW, dengan ini saya menyatakan mengakui dan menyatakan salah atas kekeliruan tersebut bahwa video tersebut telah menyinggung dan menghina kaum Muslimin. Oleh karenanya, saya meminta maaf yang sebesar-besarnya," kata Abah Setu.

Pada kesempatan itu, Abah Setu juga menyampaikan akan menutup kegiatan di Majelis Dzikir Nurul Hikam yang ia pimpin, termasuk konten-kontennya di media sosial.

"Kedua, saya akan menutup kegiatan yang berkaitan dengan segala hal yang dapat menyinggung umat majelis taklim, konten medsos, pengajaran terselubung berpotensi menghina dan menyesatkan kaum Muslimin," ungkapnya.

Abah Setu juga menyampaikan akan bersikap kooperatif dan siap mempertanggungjawabkan segala perbuatannya sesuai aturan hukum yang berlaku.

"Ketiga, saya bersedia mempertanggungjawabkan sesuai hukum yang berlaku dan apabila saya mengulang hal yang sama atau sejenis di kemudian hari," ucapnya.

Ia juga berjanji akan menjaga harkat dan martabat Rasulullah SAW di manapun dan dalam keadaan apapun. "Yang kelima, saya akan senantiasa memperbaiki dan memvalidasi kebenaran dan kemuliaan Islam pada ulama yang soleh," imbuhnya.

"Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya dengan iktikad baik dan saya siap mempertanggungjawabkan sesuai hukum yang berlaku bahkan saya siap mempertanggungjawabkannya di hadapan Allah SWT," pungkasnya.

Video Abah Setu yang menyinggung soal Nabi Muhammad telah menimbulkan kegaduhan hingga ia digeruduk massa pada Senin malam, 7 September 2026. Polisi kemudian mengundang Abah Setu untuk klarifikasi pada Kamis (10/9) kemarin.

(mea/imk)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |