Jakarta -
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menekankan komitmen institusi Polri untuk terus memperkuat peran Desk Ketenagakerjaan Polri. Langkah ini bertujuan memastikan perlindungan yang maksimal bagi buruh.
Hal itu disampaikan Jenderal Sigit saat menghadiri acara silaturahmi Ramadan dan buka puasa bersama KSPSI Jawa Barat di PT NOK, Cikarang, Jumat (6/3/2026). Dalam kesempatan itu, Jenderal Sigit juga mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan kesejahteraan pekerja.
"Kemudian selanjutnya terkait dengan perlindungan terhadap pendampingan permasalahan industrial yang dihadapi oleh rekan-rekan buruh," kata Jenderal Sigit di lokasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu poin krusial yang disampaikan Jenderal Sigit adalah mengenai perlindungan bagi buruh perempuan. Jenderal Sigit memastikan bahwa Desk Ketenagakerjaan Polri akan bersinergi dengan Direktorat Tindak Pidana Perempuan dan Anak (PPA) untuk memberikan layanan khusus bagi buruh perempuan.
"Termasuk juga para buruh wanita yang mungkin menghadapi hal-hal yang tentunya membutuhkan perlindungan hukum terkait dengan kekerasan terhadap wanita," tutur Jenderal Sigit.
"Tentunya ini juga menjadi perhatian dari kita, dari Desk Ketenagakerjaan. Nanti akan diberikan layanan khusus, nanti Pak Cahyono ikut membantu mendampingi dan mengasistensi," lanjutnya.
Untuk meningkatkan kompetensi buruh agar berdaya saing global, Jenderal Sigit mempersilakan fasilitas Sekolah Polisi Negara (SPN) di seluruh Indonesia untuk digunakan sebagai tempat pelatihan buruh. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dan KSPSI yang sedang gencar membangun Balai Latihan Kerja (BLK) dan Pusdiklat.
"Saya minta kepada jajaran Polri di mana pun berada, SPN-SPN (Sekolah Polisi Negara) yang kita miliki, kalau mau digunakan untuk bekerja sama untuk memberikan pelatihan, saya persilakan. Sehingga kemudian di manapun di wilayah industri yang akan dibangun, di situ ada SPN, kalau tidak ada tempat latihan, silakan untuk digunakan," ujarnya.
Jenderal Sigit mendorong agar pelatihan tersebut mencakup keahlian-keahlian khusus yang dibutuhkan pasar internasional. Di antaranya teknik las bawah air (underwater welding) dan keperawatan.
"Tentunya ini menjadi salah satu hal yang terus kita lakukan untuk memberikan ruang, baik itu lapangan pekerjaan maupun kesejahteraan, agar rekan-rekan terus bisa bersaing menghadapi konstelasi ataupun kompetisi kita dengan negara-negara yang ada," pungkasnya.
Hadir di lokasi para Dewan Penasihat KSPSI, yakni Kabaintelkam Polri Komjen Yuda Gustawan (Bidang Mitigas Masalah Hubungan Industrial), Komjen Imam Widodo (Bidang Organisasi), Ferriyady Hartadinata (Bidang UMKM dan Koperasi), Irjen (P) Cahyono Wibowo (Bidang Penegakan Hukum).
Kapolri hadir dampingi Kabareskrim Polri Komjen Syahardiantono, Kadivhumas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir, Kapusdokkes Polri Irjen Asep Hendradiana, Karobinkar SSDM Polri Brigjen Langgeng Purnomo. Tampak pula hadir Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri dan Dirtipidter Bareskrim Polri selaku Kasatgas Desk Ketenagakerjaan Polri Brigjen Moh Irhamni.
Lihat juga Video KSPSI: 3 Konfederasi Buruh Ingin Polri Tetap di Bawah Presiden
(ond/lir)

















































