Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital

5 hours ago 2

loading...

Implemetasi PP TUNAS perlu dirancang secara seimbang. Tidak hanya melindungi anak dari risiko digital, tetapi juga menjaga kesiapan generasi muda Indonesia menghadapi ekonomi digital yang semakin kompetitif. Foto/Dok. SindoNews

JAKARTA - Implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Pelindungan Anak dalam Penyelenggaraan Sistem Elektronik ( PP TUNAS ) perlu dirancang secara seimbang. Tujuannya agar tidak hanya melindungi anak dari risiko digital, tetapi juga menjaga kesiapan generasi muda Indonesia menghadapi ekonomi digital yang semakin kompetitif.

Senior Trade Analyst and Government Relations Indonesia Services Dialogue (ISD Council) Anika Widiana mengatakan, perlindungan anak merupakan tujuan yang penting. Di sisi lain kebijakan juga harus memperhatikan kebutuhan pembangunan sumber daya manusia yang menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan. Baca juga: Meutya Hafid: Larangan Bawa Gawai ke Sekolah Dukung Implementasi PP Tunas

“Anak-anak dan remaja saat ini adalah tenaga kerja, inovator, dan pelaku ekonomi digital Indonesia pada dekade mendatang. Karena itu, perlindungan digital perlu berjalan beriringan dengan pengembangan keterampilan yang mereka butuhkan untuk bersaing di era ekonomi berbasis teknologi,” katanya, Senin (8/6/2026).

Menurut Anika, media sosial dan platform digital saat ini tidak lagi hanya berfungsi sebagai sarana hiburan. Bagi jutaan anak dan remaja, platform digital telah menjadi ruang belajar informal untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, kreativitas, kewirausahaan, desain digital, pemrograman, pemasaran digital, hingga kolaborasi lintas negara.

Berbagai laporan internasional dari OECD dan World Economic Forum menunjukkan bahwa keterampilan digital, kemampuan berkolaborasi secara daring, serta literasi teknologi menjadi kompetensi yang semakin menentukan produktivitas dan daya saing tenaga kerja global. Di tengah transformasi ekonomi digital yang berlangsung cepat, akses terhadap ruang pembelajaran digital menjadi semakin penting.

“Jika Indonesia ingin keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah dan meningkatkan produktivitas ekonomi, maka investasi pada keterampilan digital generasi muda harus menjadi prioritas. Ruang digital merupakan salah satu sarana penting untuk membangun kompetensi tersebut,” ujarnya.

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |