HNW Kecam Serangan Israel ke Lebanon di Tengah Gencatan Senjata

6 hours ago 3

Jakarta -

Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Hidayat Nur Wahid, mengecam serangan Israel ke Lebanon di saat telah disepakatinya gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran. Ia menyerukan dunia internasional untuk bertindak tegas untuk mengucilkan Israel dari pergaulan internasional, termasuk dengan mengeluarkan keanggotaannya dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

"Serangan Israel yang makin massif dan menewaskan lebih dari 300 warga sipil di Lebanon itu justru dilakukan pada masa gencatan senjata antara Iran dan AS baru saja disepakati atas prakarsa Pakistan. Serangan tersebut, selain menimbulkan banyak korban jiwa, juga membahayakan kelangsungan perjanjian gencatan senjata untuk perdamaian permanen yang diharapkan seluruh warga dunia yang terimbas dari ekses ekonomi global akibat invansi terhadap Iran," ujarnya melalui siaran pers di Jakarta, Kamis (9/4/2026).

Selain serangan terhadap Lebanon tersebut, Israel bahkan masih terus melakukan penyerangan dan genosida terhadap penduduk Palestina baik di Gaza maupun West Bank sesudah adanya BoP (Board of Peace). Kondisi terkini ketika gencatan senjata AS dan Iran mulai disepakati, bahkan Israel menembaki warga sipil di pengungsian dan membunuh wartawan Al Jazeera. Hal inimenambah daftar panjang wartawan yang telah dibunuh oleh Israel saat perdamaian/gencatan senjata disepakati.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

HNW sapaan akrabnya, mendukung Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez yang menyatakan langkah Israel yang dipimpin oleh Benjamin Netanyahu tersebut melanggar hukum internasional dan sudah tidak dapat ditoleransi lagi. Sehingga perlu adanya sikap tegas/keras dari dunia internasional, khususnya Uni Eropa dan negara-negara anggotanya untuk menangguhkan perjanjian asosiasi apapun dengan Israel.

"Memang, sudah sepantasnya, tidak ada lagi impunitas bagi tindakan kriminal melanggar hukum internasional secara berkelanjutan sebagaimana didemonstrasikan Israel ini," tuturnya.

Lebih lanjut, HNW menuturkan bahkan dunia Arab-Islam, khususnya negara-negara Teluk juga perlu makin menyadari berbahayanya tindakan Israel tersebut bagi stabilitas kawasan yang menjadi salah satu fokus dari perjanjian gencatan senjata AS-Iran.

"Kita sudah melihat dampak global yang sangat luar biasa secara ekonomi akibat perang di Iran, selain korban jiwa dan infrastruktur yang rusak, tata dunia yang tidak lagi dihormati, dan kini gencatan senjata menuju perdamaian permanen tersebut coba dirusak oleh Israel dengan memprovokasi melalui serangan ke Lebanon juga ke Palestina," tukasnya.

HNW berharap agar negara-negara Arab-Islam, termasuk sebagian negara-negara Teluk yang sudah terlanjur terbuai 'janji manis' Israel dengan melakukan normalisasi hubungan diplomatik yang dengan itu dapat membantu kemerdekaan Palestina, untuk segera mempertimbangkan ulang dan memutus hubungan diplomatik tersebut sebagaimana dilakukan oleh Afrika Selatan dan beberapa negara Amerika Latin.

"Israel dengan segala pelanggaran hukum internasionalnya merupakan sumber masalah dari stabilitas kawasan yang sangat berpengaruh pada stabilitas perekonomian dunia. Sudah sepantasnya tidak ada 'normalisasi' terhadap perilaku yang abnormal itu," ujarnya.

"Bila seruan PM Spanyol agar Uni Eropa menangguhkan perjanjiannya dengan Israel, dan sebagian negara-negara Arab-Islam yang sudah terlanjur 'menormalisasi' hubungan dengan Israel mengkoreksi dengan memutus kembali hubungan tersebut, maka Israel akan semakin terkucilkan di dunia internasional akibat kejahatan-kejahatannya, dan hukum internasional dapat ditegakkan, perdamaian yang diharapkan pun dapat diwujudkan," pungkasnya.

(prf/ega)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |