Jakarta -
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyambut usulan penambahan satu Sekolah Rakyat permanen di Kota Makassar yang disampaikan langsung Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman. Menurutnya, penambahan satu Sekolah Rakyat permanen tersebut sangat dibutuhkan untuk menampung lebih banyak siswa.
"Saya menyambut baik apa yang disampaikan Pak Gubernur untuk menambah satu lagi, karena memang kita masih kekurangan gedung permanen di Kota Makassar," kata Gus Ipul, dalam keterangan tertulis, Jumat (7/8/2026).
"Mudah-mudahan nanti kalau lahannya lebih besar, kapasitasnya juga lebih besar. Sehingga bisa menampung lebih banyak lagi anak-anak yang memang memenuhi kriteria untuk bisa sekolah di Sekolah Rakyat," lanjutnya saat mengunjungi Sekolah Rakyat Provinsi Sulawesi Selatan di Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gus Ipul juga mengapresiasi dukungan Pemprov Sulsel mulai dari bupati, wali kota hingga gubernur terhadap penyelenggaraan Sekolah Rakyat sejak program ini dimulai. Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat bersama pemerintah pusat.
"Insyaallah kita akan usulkan agar bisa segera dibangun satu lagi gedung permanen Sekolah Rakyat," ujar Gus Ipul.
Saat ini Sekolah Rakyat Provinsi Sulsel memiliki 414 siswa, terdiri atas 145 siswa SRMA kelas XI, 120 siswa SRMA kelas X, 125 siswa SRMP, dan 24 siswa SRD. Dalam kunjungannya, Gus Ipul melihat langsung perkembangan para siswa.
"Alhamdulillah setelah satu tahun beroperasi kita lihat lebih percaya diri, pertumbuhan juga cukup bagus dari sisi fisik, dari sisi mental," kata Gus Ipul.
Andi menyampaikan kesiapan Pemprov Sulsel menyediakan lahan tambahan di sekitar lokasi Sekolah Rakyat yang sudah ada. Ia menyebut masih tersedia lahan sekitar 20 hektare (Ha) yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan Sekolah Rakyat.
"Kami akan men-support terus, Bapak Menteri. Lahan di sini masih bisa digunakan. Ada 20 hektare di belakang, kami bisa siapkan," kata Andi.
Andi mengatakan lahan tersebut disiapkan untuk pembangunan Sekolah Rakyat dengan daya tampung yang lebih besar.
"Insyaallah akan dibangun untuk kapasitas 3.000 murid dan mudah-mudahan ini bisa menjadi sekolah untuk menampung anak-anak kita dari keluarga tidak mampu di Sulawesi Selatan," ujar Andi.
Dalam kesempatan tersebut, Andi juga menceritakan perubahan para siswa. Ia mengenang kondisi anak-anak ketika pertama kali masuk Sekolah Rakyat yang masih canggung dan datang dengan berbagai keterbatasan. Kini, mereka mulai berani menunjukkan kemampuan dan memiliki cita-cita.
"Anak-anak kita di sini luar biasa. Dari anak-anak yang sebelumnya bukan siapa-siapa, sekarang menjadi seseorang yang memiliki cita-cita ke depan," kata Andi.
Andi turut menceritakan ayahnya pernah mengenyam pendidikan di Sekolah Rakyat pada masa lalu sebelum kemudian menjadi tentara.
"Bapak saya juga alumni Sekolah Rakyat, SR dulu juga pernah ada. Dari bapak yang alumni SR, kemudian jadi tentara, dan anak-anaknya ada yang gubernur, ada bupati, dan ada menteri," ujar Andi.
Salah satu siswa yang menunjukkan perkembangan tersebut adalah siswi kelas XI SRMA asal Kabupaten Jeneponto, Karmila. Karmila merupakan penyandang disabilitas fisik.
Ayah Karmila bekerja sebagai petani jagung, sementara ibunya dalam kondisi sakit. Di tengah keterbatasan, Karmila menunjukkan kemampuannya di hadapan Gus Ipul. Ia menyanyikan lagu Laskar Pelangi dan berdialog menggunakan Bahasa Inggris bersama temannya.
Karmila yang baru menjalani operasi kaki sekitar dua minggu lalu juga mengaku merasakan perubahan pada dirinya.
"Senang. Karena kayak akunya udah mau kayak orang biasa," ujar Karmila.
Karmila bercita-cita menjadi dokter dan ingin melanjutkan pendidikan hingga ke Amerika Serikat (AS). Kepada adik-adik kelasnya di Sekolah Rakyat, ia berpesan agar terus bersemangat mengejar masa depan.
"Kalian harus tetap semangat karena jalan menuju masa depan tidak mudah dan kalian harus menanamkan bahwa Sekolah Rakyat itu bisa membimbing kalian dengan baik. Kalian harus saling menjaga karena Sekolah Rakyat mengajak kita untuk saling menghargai dan saling toleransi," kata Karmila.
Kepala Sekolah Rakyat Provinsi Sulsel Widyawati mengatakan sebelum masuk Sekolah Rakyat, Karmila kerap merasa tersisih karena kondisi fisiknya.
Pendampingan dari guru, wali asrama, wali asuh, dan teman-temannya perlahan membuat Karmila semakin percaya diri dan berani menunjukkan kemampuannya.
"Alhamdulillah anak ini bisa survive, bisa mempunyai kepercayaan diri. Setelah kami tahu kelebihan yang ada, dia mempunyai kemampuan luar biasa di vokal dan kemampuan Bahasa Inggris juga sangat luar biasa," kata Widyawati.
Dalam kunjungan tersebut, Gus Ipul juga disambut berbagai penampilan siswa, mulai dari paper mob yang melibatkan 190 siswa; baris variasi; karate; silat; pidato dalam Bahasa Inggris, Arab, Jepang dan Mandarin; Tari A'Bulo; Tari Empat Etnis; hingga paduan suara.
(akd/ega)

















































