Ketua Fraksi Partai Golkar DPR Sarmuji menyampaikan anggota DPR fraksinya tetap mengontrol pemerintah meski ada fatsun jangan menyerang kebijakan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Sarmuji menegaskan kontrol Golkar bahkan melebihi oposisi.
"Hal ini tidak berarti menghilangkan sikap kritis. Dalam spektrum berbicara, terdapat berbagai tingkatan, mulai dari memuji secara berlebihan di satu sisi, hingga menghujat, mencaci, dan mencerca di sisi lain," kata Sarmuji kepada wartawan di DPR RI, Jumat (13/2/2026).
Sarmuji menekankan Fraksi Golkar DPR tetap akan memberikan masukan konstruktif kepada pemerintah. Kritik yang dilontarkan, kata dia, akan tetap objektif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Fraksi Partai Golkar mendorong posisi yang sehat dan konstruktif, yaitu mengapresiasi dengan kritis dan mengkritisi secara objektif, bukan dengan serangan atau hujatan yang merusak kehormatan institusi dan kualitas demokrasi. Kritik harus diarahkan agar program pemerintah dapat berjalan dengan baik dengan mengurangi kekurangan jika ada," ucapnya.
Lebih lanjut, Sarmuji memastikan kontrol Golkar justru akan melebihi oposisi. Sekjen Golkar ini menyebut partainya justru mengetahui persoalan sedari awal.
"Kontrol kita sebenarnya melebihi oposisi. Kontrol yang kita miliki sebagai mitra koalisi sesungguhnya lebih awal dan lebih substantif, karena kita terlibat sejak tahap perencanaan dan pembahasan. Kita dapat mengingatkan sejak awal mana program yang bermanfaat bagi rakyat, dan mana yang perlu disempurnakan atau dihindari," ujar dia.
Seperti diketahui, sikap jangan menyerang Prabowo-Gibran itu disampaikan Sarmuji saat sambutan acara HUT Fraksi Golkar ke-58 di gedung Nusantara II, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (13/2). Salah satu fatsunnya dengan dukungan Golkar terhadap Astacita Prabowo-Gibran.
Sarmuji menyampaikan setiap kebijakan pasti ada yang disukai dan tidak disukai. Namun, ia menekankan semuanya tetap bermanfaat untuk rakyat. Kemudian, Sarmuji meminta tidak ada serangan terhadap kebijakan Prabowo-Gibran.
"Kami juga ingin menyatakan pada kesempatan kali ini, jangan pernah menyerang kebijakan Presiden dan Wakil Presiden sebagai konsekuensi kita berada di koalisi pemerintah," ujarnya.
(maa/rfs)
















































