Fraksi PDIP Tuding Bahlil Bohong soal Lifting Migas, Golkar Tak Terima

3 hours ago 3

Jakarta -

Rapat Dengar Pendapat antara Komisi XII DPR dan SKK Migas sempat memanas. Pasalnya, Fraksi PDIP dan Fraksi Golkar saling berdebat terkait lifting migas versi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan omongan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Perdebatan ini terjadi saat rapat dengan SKK Migas di ruang rapat Komisi XII DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (10/2/2026). Awalnya, Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menjelaskan adanya kenaikan lifting migas pada 2025. Kenaikan ini disebut terjadi setelah bertahun-tahun tidak pernah naik.

Kemudian, setelah pemaparan, para anggota Komisi XII DPR dipersilakan untuk merespons pemaparan Djoko Siswanto. Perdebatan dimulai setelah anggota Komisi XII DPR Fraksi PDIP Cornelis menanggapi pemaparan Djoko Siswanto.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Cornelis mengaku bingung dengan perbedaan fakta dan data antara SKK Migas dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Ia menyebut, berdasarkan penjelasan Menteri Purbaya, lifting migas itu baru bisa naik jika ada penambahan sumur baru.

"Menkeu bilang lifting itu bisa naik kalau ada penambahan sumur baru, nah ini apakah ada penelitian sumur baru?" kata Cornelis saat rapat.

Dia menilai Menteri ESDM Bahlil yang bermain kata-kata. Cornelis mengaku bingung harus percaya dengan data Bahlil atau penjelasan Purbaya.

"Jadi perbedaan antara Menkeu dan Menteri ESDM ini kelihatannya Menteri ESDM hanya permainan kata-kata, permainan istilah, kalau kami lihatnya, atau dengarnya, cermatinya, analisisnya, masuk dalam otak kami yang bukan teknis ini, seolah-olah Menteri ESDM ya ada bohong-bohong sikit lah, pegangan kami yang mana yang benar ini, tolong Bapak beri penjelasan," tegas Cornelis.

Ketua Komisi XII DPR Bambang Patijaya lalu mempersilakan Fraksi Golkar merespons tudingan Cornelis. Anggota Komisi XII DPR Fraksi Golkar Alfons Manibui meminta PDIP untuk objektif dalam memandang momentum kenaikan lifting migas.

"Pak Ketua, saya sedikit berbeda dengan PDIP, saya pikir kita harus cukup objektif melihat lalu mengartikan momentum kenaikan di tahun 2025 sebagai sebuah titik di mana kita mampu bergerak kembali naik, dan ini harusnya menjadi sesuatu yang harus kita syukuri, kita apresiasi, baik kepada pak kepala (SKK Migas) dan jajaran sehingga jadi bagian dari pencapaiannya Menteri ESDM dan kawan-kawan," jawab Alfons.

Alfons menyebut lifting migas terus menurun selama 9 tahun. Karena itu, ia meminta semua pihak mengatakan yang sesungguhnya terjadi, termasuk data bahwa lifting migas di 2025 naik.

"Sembilan tahun kita terus menurun, jadi ya menurut saya yang baik kita katakan baik yang tidak baik kita katakan tidak baik, kita sekarang naik kelas ya kita harus katakan naik kelas," ujar Alfons.

Ia menegaskan tidak pas jika menyebut Menteri ESDM Bahlil berbohong. Menurutnya, semua data yang ada sejalan dengan yang terjadi.

"Saya pikir kurang pas juga kalau kita bilang ada bapak kita yang mungkin perkataannya kurang pas, saya pikir tidak begitu, semua kan disajikan dan ditampilkan dengan angka-angka, memang sejalan kok," tutur dia.

"Saya tidak dalam posisi untuk membela tapi mengajak kawan kawan marilah kita melihat ini secara objektif, bahwa memang betul ini momentum untuk yakinkan kita semua bahwa kita mampu meningkatkan lifting, bagian dari tugasnya pak menteri dan kawan kawan SKK dan tanggungjawab kita ikut awasi untuk membantu, sehingga apa yang menjadi capaian kita itu berhasil," lanjut Alfons.

Sebagai informasi, Menteri Keuangan Purbaya memang sempat bicara terkait lifting migas saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR pekan lalu. Ia menyebut lifting migas pasti turun terus jika tidak mencari titik eksplorasi bor lainnya.

"Ini PNBP migas itu hampir pasti turun terus kalau kita nggak ada eksplorasi baru, karena nature dari reservoir itu pasti turun kalau sudah capai puncak pasti turun terus, nggak ada yang bisa naik. Jadi salah satu cara adalah mengundang investor baru domestik atau asing untuk lakukan eksplorasi minyak dan gas, atau eksploitasi ladang ladang yang sudah ditemukan," kata Purbaya dalam rapat tersebut, Rabu (4/2).

Tak hanya itu, Purbaya juga menyebut saat ini yang terjadi hanya membuat kesan lifting migas naik dengan mempermainkan istilah. Dia menekankan tanpa adanya ladang minyak baru, maka lifting migas akan turun terus.

"Kalau sekarang ya diputer-puter ya juga paling main-main istilah supaya kelihatan naik kan, tapi tanpa penemuan ladang minyak baru, tanpa eksplorasi baru, kita nggak akan bisa naikkan lifting dan lifting kita akan turun terus," ujar dia.

Lihat juga Video 'Diperiksa Kejagung, Sudirman Said Ungkap Hambatan Urus Mafia Migas':

(maa/gbr)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |