Eksplorasi Aset Kesehatan Desa Belo, Mahasiswa FKM Unhas Tutup PBL II lewat Seminar Akhir

2 weeks ago 19

SOPPENG - Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM Unhas) menggelar Seminar Akhir Praktik Belajar Lapangan (PBL) II bertema “Eksplorasi Aset dan Pemecahan Masalah” di Desa Belo, Kecamatan Ganra, Kabupaten Soppeng. Kegiatan ini menjadi penutup rangkaian PBL II sekaligus kelanjutan dari PBL I yang menitikberatkan pada penguatan peran masyarakat dalam pembangunan kesehatan.

Seminar akhir tersebut dihadiri oleh 38 peserta dari berbagai unsur pemangku kepentingan Desa Belo, mulai dari perwakilan Kecamatan Ganra, Kepala Desa Belo Wahyu Asharie, S.IP., N.LP. beserta jajaran, Ketua BPD Syarifuddin, Babinsa Desa Belo A. Viekram M., para kepala dusun, ketua RT/RW, perwakilan TP PKK, kader posyandu, hingga masyarakat setempat. Kehadiran lintas sektor ini mencerminkan komitmen bersama dalam mendukung upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat desa.

Kegiatan diawali dengan sambutan Koordinator Posko Desa Belo, Nurul Fadilah Muzakir. Ia menjelaskan bahwa Seminar Akhir PBL II merupakan bentuk pertanggungjawaban akademik mahasiswa kepada masyarakat atas seluruh proses yang telah dilakukan, mulai dari penggalian akar masalah kesehatan hingga pemetaan aset desa. Selama pelaksanaan PBL II, mahasiswa bersama masyarakat melakukan observasi lapangan, wawancara, serta diskusi partisipatif dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan desa.

Menurutnya, pendekatan yang digunakan tidak semata berorientasi pada permasalahan, tetapi juga menekankan pemanfaatan kekuatan dan sumber daya lokal Desa Belo sebagai dasar perumusan solusi kesehatan yang realistis dan berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Desa Belo, Wahyu Asharie, S.IP., N.LP., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa FKM Unhas atas kontribusi nyata dalam memetakan potensi dan permasalahan kesehatan masyarakat desa. Ia menilai keterlibatan mahasiswa memberikan perspektif baru bagi pemerintah desa dalam melihat peluang pengembangan program kesehatan berbasis potensi lokal. Pemerintah Desa Belo juga menyatakan kesiapan untuk mendukung dan menerima kembali pelaksanaan PBL III sebagai tindak lanjut dari strategi dan inovasi yang telah dirumuskan.

Kegiatan PBL II di Desa Belo berada di bawah bimbingan Dr. Nurul Syahriani Salahuddin, SKM., M.Kes., dan dilaksanakan oleh delapan mahasiswa lintas departemen. Mereka adalah Nurul Fadilah Muzakir (Epidemiologi), Poppy Evelyne Asik Sombo (Kesehatan Lingkungan), Fausyahira (Biostatistik), Iin Kurnia (Administrasi dan Kebijakan Kesehatan), Nurul Kalbi Pratiwi (Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku), Ghina Zhalsabila Rediastary (Keselamatan dan Kesehatan Kerja), A. Aulia Mukarrama (Keselamatan dan Kesehatan Kerja), serta Asher Adriel (Manajemen Rumah Sakit).

Pada sesi pemaparan, mahasiswa menyampaikan hasil pengkajian PBL II yang meliputi penentuan akar masalah kesehatan prioritas, pemetaan sumber daya desa, serta penyusunan rencana kegiatan berbasis aset. Tiga masalah kesehatan utama yang menjadi fokus adalah hipertensi, stunting, dan diabetes. Selain itu, mahasiswa juga memaparkan potensi sumber daya individu, sosial budaya, ekonomi, institusi, sarana prasarana, hingga sumber daya alam yang dimiliki Desa Belo.

Berdasarkan hasil Focus Group Discussion (FGD) bersama perangkat desa, tenaga kesehatan, kader posyandu, TP PKK, dan kelompok sasaran, dirumuskan sejumlah strategi pemecahan masalah. Di antaranya penyuluhan hipertensi dengan leaflet berbahasa Bugis pada kelas lansia, senam sehat, skrining kesehatan melalui kegiatan Joker Sehat, pemasangan poster bahaya minuman berpemanis dan berkemasan di sekolah, pembuatan plang manfaat dan resep Tanaman Obat Keluarga (TOGA), edukasi diabetes melalui kegiatan keagamaan, demonstrasi cuci tangan, serta demonstrasi pengolahan pangan lokal bergizi berbahan dasar daun kelor.

Seluruh rangkaian kegiatan dirancang dengan melibatkan lintas sektor dan mengoptimalkan sumber daya lokal sebagai upaya pemecahan masalah kesehatan masyarakat yang aplikatif dan berkelanjutan di Desa Belo.

Pelaksanaan PBL II ini sejalan dengan agenda global Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-3 tentang kehidupan sehat dan sejahtera. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung poin keempat Asta Cita melalui penguatan pembelajaran berbasis masyarakat, di mana mahasiswa terlibat langsung dalam mengidentifikasi permasalahan kesehatan, memetakan potensi desa, serta menyusun rencana intervensi berdasarkan data lapangan. Dengan demikian, PBL menjadi wadah penguatan kompetensi mahasiswa sekaligus kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan kesehatan masyarakat desa secara berkelanjutan. (*)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |