Efisiensi, Mensos Gus Ipul Akan Tunda Kegiatan Seremonial hingga Belanja

4 hours ago 3

Jakarta -

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul siap menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto terkait kebijakan efisiensi anggaran akibat dampak konflik Timur Tengah. Gus Ipul mengatakan bakal menunda kegiatan yang bersifat seremonial.

"Tentu kami akan menindaklanjuti arahan Presiden, makanya tadi kami rapat dan kita akan menyisir mana anggaran-anggaran yang katakanlah tidak prioritas, bersifat seremonial atau belanja-belanja yang bisa ditunda," kata Gus Ipul kepada wartawan, di kantor Kemensos, Jakarta Pusat, Rabu (25/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gus Ipul menjelaskan efisiensi ini akan menyasar hal-hal teknis di kantor, seperti penggunaan AC, alat tulis kantor (ATK), hingga intensitas rapat. Dia berkaca pada pengalaman tahun lalu di mana penghematan listrik mampu menekan biaya hingga Rp 1 miliar.

"Itu baru dari listrik saja, belum lagi dengan dari yang lain-lain. Tentu ini akan menyesuaikan nanti ya," ujarnya.

Anggaran hasil efisiensi tersebut, lanjut Gus Ipul, akan dialihkan untuk program-program yang lebih mendesak. Tentunya anggaran tersebut akan memprioritaskan kebutuhan rakyat.

"Yang menjadi fokus utama kami adalah program-program yang langsung berkaitan dengan kepentingan rakyat, kepentingan masyarakat, seperti bansos reguler atau bansos kebencanaan atau program-program atensi kami seperti respons kasus untuk keluarga-keluarga yang memang membutuhkan bantuan cepat dari pemerintah," terangnya.

Terkait isu kenaikan harga kebutuhan pokok akibat situasi global dan efisiensi BBM, Gus Ipul memastikan pemerintah siap melakukan mitigasi. Dia menyebut skema penebalan bansos atau penambahan jumlah penerima manfaat seperti tahun lalu.

"Tahun lalu ada penebalan dan ada penambahan jumlah penerima manfaat. Jadi ditambah Rp 400 ribu di tengah tahun selama dua bulan. Di akhir tahun ditambah menjadi Rp 300 ribu per bulan, jadi Rp 900 ribu diterima selama tiga bulan. Ini menunjukkan Bapak Presiden punya komitmen luar biasa terhadap program perlindungan nasional," tegasnya.

Selain soal anggaran, Gus Ipul juga menyinggung rencana penerapan skema Work From Home (WFH) di Kemensos. Saat ini pihaknya tengah melakukan simulasi di bawah koordinasi Sekjen Kemensos sambil menunggu arahan dari Kementerian PANRB.

"Jadi layanan untuk masyarakat tidak terganggu tetapi kita juga bisa berbagi untuk WFO dan WFA-nya. Kami sedang simulasi satu hari dalam seminggu seperti apa, agar bisa berbagi antara WFO (work from office) dan WFA (work from anywhere)," katanya.

Sementara itu, untuk program Sekolah Rakyat, Gus Ipul memastikan tetap berjalan normal secara luring (offline) karena sistemnya yang berasrama.

"Belum ada rencana untuk hybrid (daring-luring). Sekolah Rakyat jalan terus, anak-anak berasrama dan mulai Senin besok sudah masuk kembali," ucapnya.

Tonton juga video "Gus Ipul: Mari Kita Jaga 'Titipan Tuhan'"

(idn/idn)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |