Cegah Banjir, Polres OKU Turun Tangan Benahi Drainase dan Alur Sungai

5 hours ago 16
Jakarta -

Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) belakangan ini tengah dilanda hujan dengan intensitas tinggi. Melalui Gerakan Belida Polda Sumatera Selatan (Sumsel), jajaran Polres OKU terus melakukan langkah-langkah mitigasi untuk mengurangi dampak genangan air yang berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat.

Dalam keterangan resmi Polda Sumsel, Minggu (31/5/2026), genangan air dipicu oleh tingginya curah hujan yang diperparah kondisi saluran drainase yang tersumbat serta pendangkalan alur sungai di beberapa titik. Kondisi tersebut menyebabkan aliran air tidak berjalan optimal sehingga meningkatkan risiko terjadinya genangan.

Kasat Binmas Polres OKU AKP Ujang Abdul Aziz mengatakan Gerakan Belida hadir sebagai upaya kolaboratif untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Penanganan genangan air tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Melalui Gerakan Belida, kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan saluran air dan lingkungan sekitar agar potensi genangan dapat diminimalisir," ujar Ujang.

Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi Polres OKU dalam mendukung ketahanan lingkungan, keselamatan masyarakat, serta menjaga kelancaran aktivitas sosial dan ekonomi warga. Upaya mitigasi yang dilakukan juga sejalan dengan semangat Program Kapolda Sumsel 'Sudahkah Anda Berbuat Baik Hari Ini' yang mendorong seluruh personel Polri untuk memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.

Polres OKU benahi drainase dan alur sungai (dok istimewa)Foto: Polres OKU benahi drainase dan alur sungai (dok istimewa)

Kapolres OKU, AKBP Endro Aribowo menyampaikan langkah-langkah pencegahan harus menjadi prioritas dalam menghadapi perubahan cuaca yang semakin dinamis.

"Mitigasi merupakan kunci utama. Dengan sinergi yang kuat antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat, berbagai potensi gangguan yang muncul akibat cuaca ekstrem dapat diantisipasi lebih awal sehingga dampaknya terhadap masyarakat dapat ditekan," imbuh Endro.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Nandang Mu'min Wijaya menegaskan keterlibatan Polri dalam isu lingkungan dan mitigasi bencana merupakan bagian dari pelayanan publik yang berorientasi pada keselamatan masyarakat.

"Polri tidak hanya hadir saat terjadi gangguan keamanan, tetapi juga hadir mengawal berbagai upaya pencegahan terhadap potensi risiko yang dapat mengganggu kehidupan masyarakat. Melalui Gerakan Belida Polda Sumsel, kami ingin membangun kesadaran bersama bahwa menjaga lingkungan merupakan investasi penting bagi keamanan dan kesejahteraan masyarakat di masa depan," ujar Nandang,

Melalui Gerakan Belida, Polres OKU terus memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk menghadirkan lingkungan yang lebih aman, sehat, dan tangguh menghadapi berbagai tantangan alam, sekaligus menjaga stabilitas sosial dan aktivitas ekonomi masyarakat di Kabupaten OKU.

Simak juga Video 'Dana Rp 10,65 T untuk Rehabilitasi Pascabencana Sumatera Sudah Cair':

(isa/knv)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |