Cara Urus Barang Tertinggal di Kereta Jarak Jauh, Ada Jangka Waktu Ambilnya

1 month ago 22

Jakarta -

Barang tertinggal di kereta api jarak jauh (KAJJ) masih menjadi kejadian yang kerap dialami penumpang. Kondisi ini biasanya baru disadari setelah turun di stasiun atau bahkan ketika sudah tiba di rumah. Lalu, bagaimana cara mengurusnya?

PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyediakan layanan Lost and Found untuk membantu pelanggan menemukan barang yang tertinggal. Namun, ada prosedur pelaporan hingga batas waktu pengambilan yang perlu diperhatikan agar barang tetap dapat diamankan.

Cara Melaporkan Barang yang Tertinggal

Melalui unggahan di akun Instagram resminya, KAI mengimbau pelanggan segera melapor apabila menyadari ada barang yang tertinggal. Pelaporan dapat dilakukan kepada petugas di stasiun atau melalui Contact Center KAI121.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Agar proses pencarian lebih cepat, pelanggan diminta menyiapkan beberapa informasi berikut:

  • Jenis barang yang tertinggal.
  • Ciri-ciri barang.
  • Nomor kereta dan relasi perjalanan.
  • Nomor kursi.
  • Perkiraan lokasi terakhir barang.

Semakin cepat laporan disampaikan dan semakin lengkap informasi yang diberikan, semakin besar peluang barang ditemukan.

Cara Ambil Barang di Layanan Lost and Found

Apabila barang berhasil ditemukan, KAI akan mengamankannya melalui layanan Lost and Found di stasiun terkait. Pelanggan dapat melakukan pengecekan sekaligus mengambil barang tersebut.

Saat pengambilan, pelanggan perlu membawa dokumen sebagai bukti kepemilikan, yaitu:

  • Tiket kereta api atau kode booking.
  • Identitas diri, seperti KTP.

KAI juga mengingatkan agar pelanggan segera mengonfirmasi dan mengambil barang setelah menerima informasi bahwa barang telah ditemukan.

Jangka Waktu Pengambilan Barang Tertinggal

KAI menetapkan masa penyimpanan barang yang berbeda sesuai jenisnya. Berikut jangka waktu pengambilan barang tertinggal:

  • 1 x 24 jam untuk makanan basah dan mudah basi.
  • 7 x 24 jam untuk makanan kering.
  • 1 bulan untuk barang umum.
  • 3 bulan untuk barang dan dokumen berharga.

Karena itu, pelanggan disarankan tidak menunda proses pengambilan setelah mendapat pemberitahuan dari petugas.

Ribuan Barang Berhasil Dikembalikan ke Pemilik

Berdasarkan data yang dibagikan KAI, Senin (29/6/2026), selama 2026 terdapat 4.760 laporan barang tertinggal. Dari jumlah tersebut, 99,01 persen berhasil ditemukan dan dikembalikan kepada pemiliknya.

Barang yang paling sering tertinggal meliputi:

  • Tumbler: 376 barang.
  • Kacamata: 184 barang.
  • Bantal leher: 169 barang.
  • Topi: 115 barang.
  • Jaket: 108 barang.

Menurut KAI, masih ada barang yang sulit ditemukan karena terlambat dilaporkan atau minim informasi mengenai lokasi terakhir barang tersebut.

Siapa yang Bertanggung Jawab atas Barang Bawaan?

Lebih lanjut, KAI menjelaskan bahwa sesuai Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, barang bawaan di dalam kereta menjadi tanggung jawab pribadi pelanggan.

Meski KAI akan membantu proses pencarian dan mengamankan barang yang ditemukan, setiap penumpang tetap bertanggung jawab menjaga barang bawaannya selama perjalanan.

KAI juga mengingatkan bahwa tidak semua area dapat ditelusuri melalui rekaman CCTV. Oleh karena itu, pelanggan disarankan memeriksa kembali seluruh barang bawaan sebelum turun dari kereta agar tidak ada yang tertinggal.

(wia/imk)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |