Buka Puasa Bersama Anak Sekolah Rakyat, Gus Ipul Ungkap Spirit Al-Qur'an

8 hours ago 5

Jakarta -

Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan ada spirit Al-Qur'an di balik program Sekolah Rakyat. Adapun program prioritas Presiden Prabowo Subianto tersebut tak sekadar memberikan akses pendidikan gratis, tapi juga memastikan generasi penerus bangsa tidak menjadi generasi yang lemah, sesuai dengan pesan yang terkandung dalam Al-Qur'an surat An Nisa ayat 8-10.

"Tadi diingatkan adik kita yang baca tilawah. Takutlah kita jangan sampai tinggalkan generasi yang lemah. Siswa-siswa Sekolah Rakyat adalah bagian anak bangsa ini yang harus disiapkan jadi generasi tangguh pintar berkarakter dan memiliki keterampilan," ujar Gus Ipul dalam keterangannya, Jumat (27/2/2026).

Hal itu dikatakannya dalam acara buka puasa bersama para siswa dan guru Sekolah Rakyat di ICE BSD, Kota Tangerang, Banten.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Acara buka puasa bersama sebelumnya dibuka dengan lantunan ayat suci Al-Qur'an Pembawaan Fahrur Roji, siswa SRMA 33 Tangerang Selatan, yang begitu tenang dengan suara merdunya membuat suasana begitu hening. Dia memilih Surat An Nisa ayat 8 yang sarat makna.

Siswa Sekolah Rakyat lainnya tak mau kalah. Saat tiba gilirannya, satu per satu menampilkan bakatnya. Ada yang membawakan tarian daerah, pidato tiga bahasa asing, membacakan puisi, serta bernyanyi lewat paduan suara.

Gus Ipul bersama para tamu undangan tampak takjub dengan penampilan para siswa Sekolah Rakyat. Dia mengingat baru beberapa bulan lalu Sekolah Rakyat diluncurkan, namun banyak perubahan nyata yang telah dihadirkan. Anak-anak kini lebih berisi karena asupan makanan bergizi, semakin disiplin, kreatif, berkarakter, dan yang paling penting tak minder lagi.

"Kita syukuri bersama sekarang jadi percaya diri dan tidak ragu-ragu lagi dan yang paling penting anak-anak kita ini tampak optimis dalam menghadapi masa depan," tuturnya.

Poin inilah, menurut Gus Ipul, yang paling penting. Negara hadir menjaga warganya yang di atas, yang tengah difasilitasi, dan yang bawah dibela. Sekolah Rakyat merupakan bagian dari upaya membela mereka yang ada pada level terbawah ini.

"Semoga penyelenggaraan Sekolah Rakyat ke depan semakin baik sehingga anak-anam kita jadi generasi tangguh sebagaimana harapan Presiden," katanya.

Lebih lanjut, di bulan Ramadan ini Gus Ipul mengajak seluruh pihak untuk menjaga dan terus menumbuhkan toleransi beragama di lingkungan Sekolah Rakyat. Dia sendiri telah menyaksikan toleransi tumbuh dengan baik di berbagai sekolah rakyat baik yang mayoritas siswanya muslim atau non muslim. Prestasi ini harus terus dijaga dan dikembangkan.

"Di sana ada pendidikan toleransi luar biasa yang saya saksikan dan juga semangat kebersamaan. Ini yang harus kita jaga dan kenbangkan agar toleransi jadi pembelajaran di sekolah rakyat dan kita sekuat hati dan tenaga cegah bullying serta kekerasan fisik dan seksual," katanya.

Terakhir, sebagai bukti toleransi menjadi nadi Sekolah Rakyat, Gus Ipul secara spontanitas mempersilakan guru non muslim tampil di atas panggung membawakan lagu religi.

Tantangan ini dijawab oleh Guru SRT 76 Mimika Papua Tengah, Ritha Christin Nara. Meski beragama Kristen protestan dia sukses membawakan lagu Nissa Sabyan berjudul Deen Assalam dengan penuh penghayatan.

Sebagai informasi, sekolah Rakyat merupakan program unggulan yang digagas langsung Presiden Prabowo Subianto. Program ini bertujuan memberikan akses pendidikan gratis dan berkualitas dengan konsep asrama bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem berbasis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Tak sekadar akses pendidikan, Sekolah Rakyat juga didesain sebagai model pengentasan kemiskinan terpadu karena mengintegrasikan berbagai program prioritas pemerintah. Di antaranya Cek Kesehatan Gratis, Makan Bergizi Gratis, jaminan kesehatan PBI-JKN, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, serta Program Tiga Juta Rumah bagi keluarga siswa penerima manfaat.

⁠Sekolah Rakyat juga menjangkau keluarga siswa. Selain menerima bantuan sosial seperti Program Keluarga Harapan, sembako, dan Program ATENSI, keluarga siswa juga didorong mengikuti Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi agar mampu mandiri dan meningkatkan taraf hidup.

Hingga saat ini, Kementerian Sosial yang menggawangi program ini telah berhasil menyelenggarakan 166 titik Sekolah Rakyat rintisan dengan kapasitas 15.945 siswa dan didukung oleh 2.218 guru serta 4.889 tenaga kependidikan untuk jenjang SD, SMP, dan SMA atau sederajat. Sekolah-sekolah tersebut tersebar di Sumatra 35 lokasi, Jawa 70 lokasi, Bali dan Nusa Tenggara 7 lokasi, Kalimantan 13 lokasi, Sulawesi 28 lokasi, Maluku 7 lokasi, dan Papua 6 lokasi.

Pada tahap awal, 166 Sekolah Rakyat rintisan ini masih memanfaatkan fasilitas milik Kementerian Sosial, Balai Latihan Kerja Kementerian Ketenagakerjaan, dan aset pemerintah daerah. Namun, pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menargetkan pembangunan 104 gedung permanen Sekolah Rakyat akan dimulai tahun ini. Ke depan ditargetkan akan berdiri 500 sekolah rakyat dengan daya tampung tiap sekolah 1.000 siswa.

Sekolah Rakyat juga memiliki keunggulan tersendiri. Siswa tidak hanya dibekali pengetahuan tapi juga pendidikan karakter dan keterampilan. Proses hilirisasi telah disiapkan sejak siswa masuk ke Sekolah Rakyat melalui DNA Talent Mapping.

Para siswa dibimbing, diarahkan, dan difasilitasi sesuai dengan minatnya, baik yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, maupun yang ingin bekerja sesuai keterampilan dan keahlian.

Turut hadir dalam kegiatan ini Dirjen Linjamsos Kemensos Agus Zainal Arifin, Staf Khusus Menteri Sosial Bidang Komunikasi dan Media Massa Fatkhurohman Taufik, Staf Khusus Menteri Sosial Bid. Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial dan Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial Abdul Malik H, guru-guru serta murid Sekolah Rakyat, dan jajaran pejabat Kemensos.

Tonton juga video "Mensos: Sekolah Rakyat Memuliakan Wong Cilik"

(prf/ega)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |