Awal Mula Terungkapnya Pembunuhan Pasutri WN Pakistan di Puncak Bogor

5 hours ago 3

Jakarta -

Polisi menjelaskan awal mula terungkapnya pembunuhan pasangan suami istri (pasutri) asal Pakistan bernama Mohammad Afzal (56) dan Firza Afzal (47) di Cisarua, Bogor, Jawa Barat. Mulanya, polisi menerima informasi dari masyarakat.

"Ada masyarakat yang datang ke Polsek Cisarua melaporkan suatu keganjilan yaitu terdapat toko yang biasanya setiap harinya buka, kemudian hari itu tidak buka sama sekali," kata Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto, Selasa (3/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Masyarakat yang mengenal korban, kemudian melakukan pengecekan ke rumahnya. Namun, rumah korban dalam keadaan kosong dan terkunci saat dicek.

"Namun informasi yang didapatkan awal terdapat bercak darah. Kemudian masyarakat tersebut melaporkan kepada Pak Kapolsek Cisarua yang kemudian ditindaklanjuti dengan pengecekan langsung ke TKP (tempat kejadian perkara)," sebutnya.

Kemudian pihak kepolisian melakukan penyelidikan di lokasi kejadian. Sejumlah saksi diperiksa hingga menjurus kepada satu nama yang diduga menjadi pelaku pembunuhan.

"Yaitu seorang laki-laki berumur 22 tahun yang beralamat di Desa Batu Layang, Kecamatan Cisarua," tuturnya.

Polisi kemudian melakukan pengecekan ke rumah pelaku. Saat dicek, ada salah satu mobil milik pelaku yang ada di rumah korban. Pelaku kemudian segera diringkus dan dibawa ke kantor polisi untuk pemeriksaan.

"Yang kemudian setelah melakukan pembunuhan, si pelaku mencoba untuk mengaburkan, untuk menyembunyikan jasadnya dengan membawa kedua jasad tersebut ke Padalarang, di Bandung Barat ya," bebernya.

Ada Luka Bacok hingga Tembakan

Sebelumnya, pasutri asal Pakistan bernama Mohammad Afzal (56) dan Firza Afzal (47) di Cisarua, Bogor, dibunuh oleh pegawainya. Terdapat luka bacok hingga tembakan pada tubuh korban.

Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto mengatakan pembunuhan terjadi pada hari Minggu (1/3) malam. Pada sore harinya, pelaku sudah menunggu kedatangan korban.

"Pelaku juga datang ke rumah tersebut dengan membawa satu buah golok dan juga senapan angin," kata Wikha.

Pada tubuh jenazah sang suami, terdapat dia sayatan dan dua bacokan di lehernya. Sementara si tubuh sang istri, ditemukan lima luka bacok di leher dan kepala.

"Selanjutnya juga terdapat beberapa bekas tembakan dari senapan angin yang ada di kepala salah satu korban," imbuhnya.

(rdh/azh)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |