8 Siswa SMA Unggulan CT ARSA Jadi Mahasiswa ITB 2026, Bertambah Dibanding 2025

1 day ago 11

Bandung -

Delapan siswa SMA Unggulan CT ARSA Foundation diterima sebagai mahasiswa baru program sarjana Institut Teknologi Bandung (ITB) tahun akademik 2026/2027. Jumlah ini bertambah dibanding tahun lalu.

Delapan siswa itu menjadi bagian dari 5.468 mahasiswa baru jenjang sarjana yang resmi dilantik dalam Sidang Terbuka Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) ITB di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Bandung, Rabu (5/8/2026). Delapan siswa tersebut menambah daftar lulusan SMA Unggulan CT ARSA yang berhasil menembus perguruan tinggi terbaik di Indonesia.

Selama ini, sekolah yang berlokasi di Deli Serdang, Sumatera Utara, dan Sukoharjo, Jawa Tengah, itu memberikan pendidikan secara gratis kepada siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu hingga lulus.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hingga kini, ribuan lulusan SMA Unggulan CT ARSA telah berhasil melanjutkan pendidikan ke berbagai perguruan tinggi negeri terbaik di Indonesia. Termasuk ITB, Universitas Indonesia, Institut Pertanian Bogor, Universitas Padjadjaran, dan berbagai kampus unggulan lainnya.

Rektor ITB Tatacipta Dirgantara mengapresiasi pencapaian para siswa SMA Unggulan CT ARSA. Ia mengatakan, jumlah siswa CT ARSA yang diterima di ITB terus menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

"Ada delapan yang diterima tahun ini, tahun lalu itu masih lebih sedikit. Jadi jumlahnya semakin bertambah," kata Tatacipta seusai Sidang Terbuka PMB ITB, dilansir detikJabar.

Ia menilai keberhasilan tersebut tidak lepas dari konsistensi CT ARSA Foundation dalam membina siswa hingga mampu bersaing di tingkat nasional. Bahkan, ia mengatakan, ITB sebelumnya juga telah menerima lulusan CT ARSA yang mampu menyelesaikan studi dengan prestasi membanggakan.

"Bulan April yang lalu juga ada alumni dari CT ARSA Foundation yang selesai 3,5 tahun dengan hasil yang luar biasa. Saya kira itu fakta yang sangat membahagiakan. Tentu saja keberadaan filantropis-filantropis di Indonesia itu sangat dibutuhkan, semakin banyak semakin baik," ujarnya.

Ia mengatakan, tingkat persaingan masuk ITB tahun ini sangat tinggi. Dari seluruh pendaftar, hanya sebagian kecil yang akhirnya berhasil memperoleh kursi sebagai mahasiswa baru.

"Yang diterima ITB itu ketatnya sangat tinggi, kurang dari empat persen dari yang mendaftar. Jadi mungkin satu kursi itu diperebutkan lebih dari 25 orang," ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Tatacipta juga mengingatkan seluruh mahasiswa baru bahwa keberhasilan diterima di ITB bukanlah garis akhir. Menurutnya, lolos seleksi masuk ITB hanyalah langkah awal dari perjalanan panjang untuk menimba ilmu dan mengembangkan karakter.

"Karena itu saya sampaikan kepada mahasiswa baru bahwa ini baru langkah pertama. Setelah ini masih banyak langkah berikutnya dan pada akhirnya kita ingin Indonesia naik kelas," katanya.

Baca selengkapnya di sini

(idh/idh)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |