loading...
Pada 10 Hari kedua Ramadan adalah fase ampunan, umat muslim hendaknya menjauhi perkara-perkara yang merusak ibadah puasa.. Foto ilustrasi/ist
Hari-hari di bulan Ramadan adalah istimewa dan berkah luar biasa untuk umat Muslim. Ada hadis yang mengatakan bahwa 30 hari bulan Ramadan terbagi atas tiga hal, 10 hari pertama di bulan Ramadan adalah rahmat, hari-hari pertengahan (10 hari kedua) Ramadan adalah ampunan, dan 10 hari terakhir Ramadan merupakan hari-hari pembebasan dari api neraka.
Imam Al-Baihaqi dalam Syu'abul Iman dan Ibnu Khuzaimah menerangkan: "Awal bulan Ramadan adalah rahmat, pertengahannya adalah ampunan (maghfirah), sedangkan akhirnya adalah terbebas dari neraka."
Sebagian ulama mengatakan hadis dhaif (statusnya lemah), tetapi jika dimaksudkan untuk fadhoil 'amal (keutamaan beramal) tidak apa-apa. Yang pasti, semua hari-hari Ramadan adalah ampunan dan keberkahan.
Apa yang kita lakukan pada fase 10 hari pertama Ramadan sebaiknya jadi bahan evaluasi dan muhasabah agar ibadah di hari-hari berikutnya bernilai di sisi Allah.
Dalam Kitab Ihya' Ulumuddin Juz I Hal 235, Imam Al-Ghazali menerangkan orang yang merugi di bulan Ramadhan: "Banyak orang yang berpuasa tapi tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali lapar dan haus. Ada yang mengatakan ia adalah orang yang berbuka dengan sesuatu yang haram. Ada yang mengatakan, ia adalah orang yang menahan diri dari makanan yang halal dan berbuka dengan (memakan) daging orang lain sebab gibah (menggunjing) dan gibah itu adalah haram. Dan ada yang mengatakan, ia adalah orang yang tidak menjaga anggota badannya dari macam-macam dosa".
Fase 10 Hari Pertengahan Ramadan
Pada 10 Hari kedua Ramadan nanti, umat muslim hendaknya menjauhi perkara-perkara yang merusak ibadah puasa. Kelima perkara ini jangan dianggap remeh karena dapat merontokkan pahala puasa.
Baca juga: Keistimewaan 10 Hari Pertama Ramadan dan Amalannya, Kaum Muslim Wajib Tahu!
Rasulullah SAW mengingatkan kita dalam satu sabda beliau:
رُبَّ صَائِمٍ حَظُّهُ مِنْ صِيَامِهِ الجُوْعُ وَالعَطَشُ
Artinya: "Betapa banyak orang yang berpuasa tetapi dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan dahaga saja." (HR Ath-Thabrani)

















































