Walkot Tangsel Minta Warga Lapor Jika Sumur Tercemar Kebakaran Pabrik Kimia

4 hours ago 3

Jakarta -

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) masih memantau dampak pencemaran di Sungai Jaletreng akibat kebakaran pabrik pestisida. Pemkot Tangsel mengatakan pasokan air bersih bagi warga tetap aman.

"Pemerintah Kota telah berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk pengelola air bersih, untuk memastikan keamanan distribusi," kata Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie, kepada wartawan, Rabu (11/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia mengatakan ada pengalihan pengambilan air untuk disalurkan ke warga. Dia mengatakan air yang sampai ke warga lewat perpipaan tetap memenuhi standar kesehatan.

"Sebagai langkah antisipasi, terdapat pengalihan atau penyesuaian teknis di titik pengambilan air (intake) yang sekiranya berdekatan dengan area terdampak guna memastikan air yang sampai ke warga tetap memenuhi standar baku mutu kesehatan," ujarnya.

Benyamin mengatakan pihaknya telah menyiapkan tanki air untuk disalurkan ke warga yang terdampak. Dia berharap hal tersebut dapat membantu warga memenuhi kebutuhan air.

"Langkah-langkah yang sudah dan sedang disiapkan meliputi, siaga tanki air, jika ditemukan wilayah yang terdampak langsung secara kualitas air, Dinas Perkimta bersama BPBD sudah menyiagakan armada truk tangki air bersih untuk menyuplai kebutuhan warga secara gratis," jelasnya.

Dia mengimbau warga di sekitar lokasi sungai yang tercemar dan lokasi kebakaran memantau kondisi sumber air tanah atau sumur masing-masing. Dia meminta warga segera melapor jika ada perubahan kondisi air.

"Kami mengimbau warga yang menggunakan air tanah atau sumur di sekitar lokasi untuk sementara memantau kondisi fisik air (bau/warna). Jika ada perubahan signifikan, segera lapor melalui kanal aduan resmi atau ke kelurahan setempat," katanya.

Dia mengatakan pihaknya berupaya menangani dampak lingkungan tersebut secara cepat dan tepat. Benyamin mengatakan uji laboratorium air sungai yang terkontaminasi masih dalam proses.

"Hingga saat ini, tim teknis dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) masih terus memantau proses di laboratorium. Mengingat parameter yang diperiksa cukup kompleks karena melibatkan bahan kimia pestisida, hasil akurat biasanya memerlukan waktu beberapa hari kerja," tuturnya.

"Begitu hasil resminya keluar, akan segera kami sampaikan kepada publik secara transparan agar tidak menimbulkan kekhawatiran berlebih," imbuh dia.

Sebelumnya, aliran sungai Jaletreng, Tangsel, tiba-tiba berubah warna menjadi putih. Rupanya hal itu karena dampak kebakaran gudang pabrik pestisida yang terjadi di Kecamatan Setu.

Dari video yang beredar, aliran Sungai Jaletreng sudah dalam kondisi berwarna putih dan viral di media sosial.

"Betul. Akibat dari kebakaran di pergudangan Taman Tekno," kata AKP Dhady Arsya saat dihubungi, Senin (9/2).

(amw/haf)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |