Polisi berhasil meringkus sindikat narkoba yang terlibat dalam penyerangan hingga gugurnya tiga anggota Satresnarkoba Polres Katingan, Kalimantan Tengah (Kalteng). Para pelaku, termasuk bandarnya, kini telah tiba di Jakarta untuk menjalani pemeriksaan intensif.
Pelaku, yang berjumlah tiga orang, yakni Bio, Perie, dan Ramblan, tiba di Jakarta pada Kamis (9/7/2026) malam. Ketiganya langsung dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk mendapatkan perawatan medis sebelum dibawa ke Dittipidnarkoba Bareskrim Polri.
Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso mengonfirmasi bahwa para pelaku merupakan bagian dari sindikat yang diduga menyerang tiga polisi saat operasi pemberantasan narkotika di Katingan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada tiga sindikat narkoba yang diduga melakukan pembunuhan terhadap tiga anggota Polri di Katingan, Kalimantan Tengah. Satu orang merupakan bandar utama bernama Bio, sedangkan dua lainnya merupakan anggota sindikat berinisial Ramblan alias Busu dan Perie," ujar Brigjen Eko, Jumat (10/7).
Berdasarkan video yang diterima detikcom, ketiga pelaku terlihat diturunkan dari pintu belakang mobil dalam kondisi tangan diborgol menggunakan borgol cable ties berwarna kuning.
Sejumlah penyidik tampak membopong para pelaku untuk didudukkan di kursi roda. Terlihat kedua kaki para tersangka dibalut perban putih akibat tindakan tegas kepolisian.
Eko mengungkapkan, polisi terpaksa mengambil tindakan tegas dan terukur karena para pelaku mencoba melawan petugas dengan senjata tajam saat akan diamankan di wilayah Samarinda, Kalimantan Timur.
"Saat ditangkap ketiganya melawan menggunakan mandau sehingga kami berikan tindakan tegas dan terukur," tutur Eko.
Operasi penangkapan ini dipimpin oleh Kasubdit IV Dittipidnarkoba Bareskrim Polri Kombes Handik Zusen bersama Satgas NIC yang dipimpin Kombes Kelly L. Handik menjelaskan bahwa penangkapan dilakukan setelah tim melakukan pengejaran terhadap para pelaku.
"Malam ini kami dari Dittipidnarkoba melakukan penangkapan terhadap pelaku pembunuhan polisi di Katingan, Kalimantan Tengah," ujar Handik.
Dia memerinci identitas para pelaku dan menegaskan peran salah satu tersangka sebagai gembong narkoba dalam jaringan tersebut.
"Yang pertama Bio (bandar), yang kedua Ramblan alias Busu, dan yang ketiga berinisial Perie. Yang bandar utama adalah Bio," ungkapnya.
Selain menangkap para tersangka, petugas menyita sebilah mandau yang digunakan pelaku untuk menyerang polisi saat penangkapan berlangsung. Terkait kronologi serta peran masing-masing tersangka, Bareskrim Polri berencana menyampaikannya dalam konferensi pers resmi dalam waktu dekat.
Seperti diketahui, tiga anggota Satresnarkoba Polres Katingan gugur dalam operasi penyergapan bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, pada Rabu (1/7) sekitar pukul 01.00 WIB.
(ond/rfs)

















































