Jakarta -
SMAN 1 Pandaan berhasil mewakili Provinsi Jawa Timur (Jatim) dalam Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR Tahun 2026 tingkat provinsi, dan melanjutkan perjuangannya di tingkat nasional yang direncanakan pada bulan Agustus mendatang.
Kepala Biro Persidangan dan Pemasyarakatan Konstitusi Sekretariat Jenderal (Setjen) MPR RI Wachid Nugroho secara resmi mengumumkan SMAN 1 Pandaan sebagai juara LCC Empat Pilar MPR 2026 Tingkat Provinsi Jatim setelah melakukan proses penyisihan dan mengalahkan delapan sekolah lainnya.
Di antaranya SMA Negeri 15 Surabaya, SMA Negeri Jogoroto, SMA Negeri 1 Rogojampi, MAN 2 Kota Malang, MAN 1 Jember, SMAN 1 Balongpanggang, SMA Negeri 2 Mojokerto, dan SMA Negeri 1 Pacitan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hasil perlombaan LCC Empat Pilar MPR Tahun 2026 Tingkat Provinsi Jawa Timur sebagai berikut, Grup A dari SMAN 15 Surabaya total nilai 55, Grup B dari MAN 1 Jember total nilai 90, dan Grup C dari SMAN 1 Pandaan total nilai 125. Dengan demikian, SMAN 1 Pandaan meraih juara pertama pada lomba penyisihan LCC Empat Pilar MPR 2026 Tingkat Provinsi Jawa Timur, dan berhak menuju final di Jakarta," ungkap Wachid, dalam keterangannya, Minggu (19/4/2026).
Pengumuman tersebut disambut dengan tepuk tangan meriah dari seluruh peserta LCC Empat Pilar MPR 2026 Tingkat Provinsi Jatim yang berlangsung di Ballroom Vasa Hotel, Surabaya, Jatim, Sabtu (18/4).
Proses penyisihan sampai ke babak final LCC Empat Pilar MPR Tingkat Provinsi Jatim ini berlangsung dengan sengit.
Sembilan sekolah dibagi menjadi tiga regu yang masing-masing terdiri dari tiga sekolah. Terdapat tiga babak penyisihan, setiap grup pemenang dalam babak penyisihan selanjutnya akan bertanding dalam babak final.
Dalam ajang ini, terdapat tiga sesi pertandingan. Sesi pertama, yaitu Wawasan Empat Pilar MPR RI.
Peserta di setiap grup bergiliran memberikan jawaban sesuai dengan tema yang dipilih secara bergantian dengan cepat dan tepat dalam durasi 40 detik.
Lalu, sesi kedua adalah Tematik Empat Pilar MPR RI. Para peserta bekerja sama untuk memberikan pandangannya dalam posisi pro atau kontra terhadap pernyataan yang diberikan, sesuai dengan tema yang dipilih melalui spin acak dalam waktu 120 detik.
Pada sesi ketiga, yaitu Rebutan. Seluruh peserta secara individual harus menekan tombol yang sudah disediakan secara cepat untuk memberikan jawaban yang tepat tanpa dibantu oleh peserta lain, meski teman satu timnya.
Berhasil menjadi perwakilan Provinsi Jatim untuk melanjutkan perjuangannya ke tingkat nasional, merupakan suatu perjuangan yang tidak mudah.
Guru pendamping dari SMAN 1 Pandaan Muhammad Wahyu Hidayat menyampaikan persiapan lomba dilakukan secara terstruktur sejak awal menerima informasi kegiatan.
Wahyu juga menyebutkan bersama para siswa, mereka mendalami materi yang berkaitan dengan kewenangan MPR, termasuk memanfaatkan sumber belajar seperti media sosial resmi MPR, bahan tayang, serta UUD NRI Tahun 1945 sebagai fokus utama pembelajaran.
"Fokus kami memang pada UUD NRI Tahun 1945, karena itu sangat berkaitan dengan materi lomba dan tugas MPR," ujar Wahyu.
Wahyu juga mengungkapkan keikutsertaan dalam lomba ini menjadi pengalaman pertama yang berkesan, baik bagi dirinya maupun siswa.
Selain memberikan kebahagiaan, kegiatan ini dinilai mampu meningkatkan motivasi belajar siswa, khususnya dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila.
Wahyu mengatakan perihal persiapan ke depan akan difokuskan pada penguatan hafalan, pendalaman materi faktual, serta pembahasan studi kasus yang lebih mendalam.
"Kami akan memperbaiki beberapa catatan dari pelaksanaan hari ini, terutama memperkuat hafalan dan memperdalam pemahaman terhadap studi kasus," jelas Wahyu.
Wahyu berharap tim yang dibimbingnya dapat memberikan hasil terbaik di tingkat nasional.
"Semoga kami bisa mewakili daerah dengan baik dan memberikan hasil terbaik. Yang terpenting, kami akan berusaha semaksimal mungkin," kata Wahyu.
Sedangkan, perwakilan dari SMAN 1 Pandaan Gisela Angel Kuncoro mengungkapkan rasa syukur dan bangga atas pencapaian yang diraihnya bersama teman-temannya.
"Kami sangat senang sekaligus tidak menyangka bisa meraih juara satu. Apalagi di awal kami sempat tertinggal dan merasa down," ujar Gisela.
"Tapi berkat kerja keras tim, kami bisa bangkit dan membuktikan kemampuan kami," sambungnya.
Keberhasilan ini menjadi motivasi bagi tim untuk melangkah ke tingkat nasional. Gisela berharap dapat memberikan performa terbaik dan menjadi representasi yang membanggakan bagi Provinsi Jatim dalam ajang LCC Empat Pilar MPR di tingkat nasional.
"Kami berharap bisa memberikan yang terbaik di tingkat nasional dan membawa nama baik Jawa Timur," kata Gisela.
Sebagai informasi, dewan juri yang menilai pada ajang ini yaitu Kepala Biro Persidangan dan Pemasyarakatan Konstitusi Setjen MPR RI Wachid Nugroho; Kepala Biro (Kabiro) Umum Setjen MPR RI Herry Putra; Kepala Bagian (Kabag) Sekretariat Badan Penganggaran (Banggar), Fraksi dan Kelompok DPD Setjen MPR RI Adi Christianto Depparinding; dan Dosen Universitas Negeri Surabaya (UNESA) sebagai Juri Daerah Dr Listyaningsih.
(akd/ega)

















































