Sekda Barru Dorong Evaluasi Terukur Pelayanan Posyandu Berbasis Siklus Hidup

1 month ago 14

BARRU – Pemerintah Kabupaten Barru terus memperkuat komitmennya dalam mentransformasi pelayanan kesehatan masyarakat.

Langkah ini ditegaskan saat Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Barru, Andi Syarifuddin, S.IP., M.Si., membuka Rapat Koordinasi dan Evaluasi Tim Pembina Posyandu Kabupaten di Cafe 3R Desa Lempang, Kecamatan Tanete Riaja, Rabu (20/05/2026).

​Kegiatan strategis ini berfokus pada dukungan pelaksanaan Transformasi Layanan Primer melalui Posyandu. Hadir dalam acara tersebut Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Barru, Kepala Bapperida, Kepala Dinas Kesehatan, serta jajaran Kepala Dinas terkait, Camat se-Kabupaten Barru, Tim Penggerak PKK, dan para Kepala Puskesmas.

​Dalam sambutannya, Sekda Andi Syarifuddin mengungkapkan bahwa Posyandu kini tidak lagi hanya menyasar kelompok tertentu, melainkan telah bertransformasi melayani seluruh siklus kehidupan masyarakat.

​“Sekarang Posyandu telah bertransformasi melayani seluruh kluster usia hidup, mulai dari balita, ibu hamil, menyusui, bersalin, anak usia sekolah, usia dewasa, hingga lansia. Pelayanan kini jauh lebih holistik dan terpadu, ” ujar Andi Syarifuddin.

​Ia menegaskan, Posyandu memegang peran vital sebagai ujung tombak dalam memperkuat upaya promotif dan preventif demi membangun kesadaran pola hidup sehat di masyarakat.

​Menyebut dukungan Dana Alokasi Khusus (DAK), Sekda mengingatkan bahwa program yang didanai pusat merupakan prioritas yang harus dieksekusi secara optimal di daerah.

Menurutnya, pemerintah pusat ingin memastikan pelayanan dasar berjalan merata di semua tingkatan.

​Ia juga meminta agar forum koordinasi ini menghasilkan output yang jelas dan terukur, bukan sekadar seremonial.

Kendala di lapangan harus dibedah bersama untuk melahirkan solusi yang tepat melalui indikator standar, waktu, dan penanggung jawab yang jelas.

​Terkait penanganan stunting, Andi Syarifuddin menekankan penerapan konsep "Empat Pasti".

Salah satu poin utamanya adalah memastikan seluruh sasaran—mulai dari remaja, calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, hingga balita—terdata secara lengkap di wilayah kerja Posyandu masing-masing.

​Kabar baik turut mewarnai pertemuan ini. Tercatat, jumlah Posyandu Siklus Hidup Aktif di Kabupaten Barru mengalami peningkatan signifikan sebesar 21, 8 persen dari total 275 Posyandu yang tersebar di wilayah tersebut.

​Peningkatan ini menjadi bukti nyata adanya sinergi lintas sektor dalam mendukung transformasi layanan primer yang lebih responsif dan berorientasi pada kebutuhan warga.

​Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Wirdha, S.Farm., Apt., dalam laporannya menjelaskan bahwa rapat koordinasi ini merupakan wadah resmi untuk menyelaraskan kebijakan dari tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa.

​"Kegiatan ini bertujuan meningkatkan efektivitas pembinaan Posyandu melalui penguatan koordinasi lintas sektor, evaluasi capaian, serta penyusunan rencana tindak lanjut yang lebih terarah, " pungkas Wirdha.

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |