LANNY JAYA - Di tengah medan pegunungan yang menantang dan keterbatasan akses pelayanan dasar, kehadiran prajurit TNI kembali membawa secercah harapan bagi masyarakat pedalaman Papua. Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 742/Satya Wira Yudha (SWY) menggelar patroli keamanan yang dipadukan dengan aksi kemanusiaan berupa pembagian sembako dan layanan pengobatan gratis di Kampung Mbu, Distrik Wunabunggu, Kabupaten Lanny Jaya, Papua Pegunungan, Selasa (23/6/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa tugas prajurit di daerah operasi tidak hanya menjaga stabilitas keamanan, tetapi juga hadir membantu masyarakat yang menghadapi berbagai keterbatasan, khususnya di bidang kesehatan dan kebutuhan pokok.
Dipimpin langsung Komandan Tim Pengawal Taktis (Dantim Waltis) Letda Inf Roni Setiawan, sebanyak 15 personel Satgas turun ke Kampung Mbu untuk melaksanakan patroli sekaligus kegiatan Pembinaan Teritorial Terbatas (Bintertas) melalui komunikasi sosial (Komsos). Sementara 10 personel lainnya di bawah pimpinan Sertu Yulius Aprino Goa bertugas melakukan pengamanan guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan lancar.
Setibanya di kampung, personel Satgas langsung disambut hangat oleh warga yang telah menantikan kedatangan mereka. Anak-anak, orang tua, hingga tokoh masyarakat tampak antusias mengikuti kegiatan yang membawa manfaat langsung bagi kehidupan sehari-hari tersebut.
Selain membagikan paket sembako kepada warga yang membutuhkan, tim kesehatan Satgas juga membuka layanan pemeriksaan kesehatan gratis. Warga mendapatkan pemeriksaan umum, konsultasi kesehatan, pemberian vitamin, hingga obat-obatan sesuai keluhan yang dialami.
Komandan Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 742/SWY, Letkol Inf Dedi Risdiantoro, S.I.P., menegaskan bahwa pengabdian prajurit di Papua harus mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat.
"Prajurit Yonif 742/SWY hadir bukan hanya untuk menjaga keamanan wilayah, tetapi juga memastikan negara hadir di tengah masyarakat. Pengobatan gratis dan bantuan sembako ini adalah bentuk nyata kepedulian kami kepada warga yang membutuhkan. Kami ingin setiap langkah pengabdian prajurit dapat menghadirkan rasa aman, kesehatan, dan harapan bagi masyarakat Papua, " ujar Letkol Dedi Risdiantoro.
Menurutnya, pendekatan humanis menjadi salah satu strategi penting dalam membangun hubungan harmonis antara TNI dan masyarakat di wilayah penugasan.
Kegiatan tersebut diinisiasi oleh Komandan Pos (Danpos) TK Wunabunggu, Letda Inf Mathias David Metikores, sebagai bagian dari upaya memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat sekaligus membantu mengatasi kesulitan yang dihadapi masyarakat pedalaman.
Tidak hanya memberikan layanan kesehatan, para prajurit juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdialog langsung dengan warga. Melalui komunikasi sosial yang dilakukan secara santai dan penuh keakraban, personel Satgas mendengarkan berbagai aspirasi, kebutuhan, serta kendala yang dihadapi masyarakat setempat.
Salah satu tokoh agama Kampung Mbu, Pendeta Jurus Kiwo, menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dedikasi yang ditunjukkan personel Satgas Yonif 742/SWY.
"Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada bapak-bapak TNI. Kehadiran mereka membuat masyarakat merasa aman dan sangat terbantu. Pelayanan kesehatan yang diberikan sangat berarti bagi warga di sini. Puji Tuhan, mereka selalu hadir saat masyarakat membutuhkan bantuan, " ungkap Pendeta Jurus Kiwo.
Bagi warga Kampung Mbu, bantuan sembako dan pelayanan kesehatan gratis menjadi angin segar di tengah keterbatasan fasilitas yang masih dirasakan hingga saat ini. Kehadiran prajurit tidak hanya membawa bantuan materi, tetapi juga membangun rasa percaya dan kebersamaan dengan masyarakat.
Melalui kegiatan terpadu yang menggabungkan patroli keamanan, pelayanan kesehatan, bantuan sosial, dan komunikasi sosial, Satgas Yonif 742/SWY berharap dapat terus memperkuat hubungan dengan masyarakat sekaligus mendukung terciptanya situasi yang aman, damai, dan kondusif di Kabupaten Lanny Jaya.
Di balik seragam loreng dan tugas pengamanan yang diemban, para prajurit membuktikan bahwa pengabdian juga dapat diwujudkan melalui sentuhan kemanusiaan. Dari Kampung Mbu, pesan tentang kepedulian, persaudaraan, dan kehadiran negara kembali bergema di pelosok Papua.
(PERS)

















































