Prabowo Sebut Ada Pengamat Tak Suka Pemerintah, PKB: Baiknya Ajak Dialog

9 hours ago 5

Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto menyebut ada pengamat yang tak suka pemerintahannya berhasil. Menanggapi itu, Ketua DPP PKB Daniel Johan mengatakan sebaiknya para pengamat tersebut diajak berdialog.

"Kritik bagi pengamat adalah dunia ilmiah berdasarkan data, realitas, dan keilmuan, sehingga kalau dianggap tidak benar, hadapi saja dan jawab dengan pendekatan data dan keilmuan," kata Daniel kepada wartawan, Senin (16/3/2026).

"Rakyat itu ingin lihat pemerintah berhasil menjalankan program dan kebijakan yang mampu membawa kemajuan bagi bangsa, dan kritik muncul karena masih ada hal-hal yang perlu dibenahi oleh pemerintah agar berhasil," sambungnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Terkait pernyataan mengenai penertiban terhadap pihak-pihak yang dianggap tak menyukai keberhasilan pemerintah, Daniel meyakini semangatnya ialah untuk memperbaiki kualitas ruang publik dan diskursus kebijakan. Menurutnya, penertiban itu bukan untuk membungkam kebebasan berpendapat.

"Terkait pernyataan mengenai penertiban, kita yakin semangatnya adalah sebagai upaya memperbaiki kualitas ruang publik dan diskursus kebijakan, bukan untuk membungkam kebebasan berpikir dan berpendapat," jelasnya.

Dia menegaskan kebebasan menyampaikan pendapat dijamin oleh konstitusi dan menjadi bagian penting dalam kehidupan demokrasi. Daniel menilai pemerintah baiknya mengajak berdialog para pengamat atau pihak yang menilai kinerja pemerintah belum memuaskan.

"Jika ada pengamat atau pihak yang menilai kinerja pemerintah masih kurang memuaskan, sebaiknya diajak berdialog dan duduk bersama untuk mencari solusi bersama," tuturnya.

"Pemerintah itu bukan dewa yang bisa sendirian menyelesaikan berbagai persoalan bangsa. Kita membutuhkan kontribusi semua pihak, termasuk akademisi, pengamat, dan masyarakat sipil. Kritik bagian dari membangun bangsa menjadi lebih baik dan maju," imbuh dia.

Sebelumnya, Prabowo menyebut ada pengamat-pengamat yang dinilai tidak menyukai keberhasilan pemerintahannya. Menurut dia, pengamat-pengamat tersebut merasa rugi dengan pemerintahannya.

Hal itu disampaikan Prabowo saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna (SKP) di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3/2026). Prabowo menanggapi paparan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang menyebut ada pihak yang bilang bahwa ekonomi di Indonesia mengalami krisis.

"Ya ini pengamat-pengamat ada beberapa macam menurut saya ada pengamat-pengamat yang tidak suka pemerintahnya sendiri berhasil karena berbagai motivasi. Tapi menurut saya, mereka itu, menurut saya sikap mereka itu sikap yang sempit, bukan sikap patriotik," kata Prabowo.

(amw/dwr)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |