loading...
Maarif Institute menyampaikan keprihatinannya terkait serangan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran. Foto/
JAKARTA - Maarif Institute menyampaikan keprihatinannya terkait serangan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran pada 28 Februari 2026 yang menewaskan ratusan warga sipil. Serangan tersebut juga mengakibatkan tewasnya pemimpin tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei.
Lebih dari 200 korban jiwa di Iran dan korban sipil di beberapa negara Teluk. Situasi ini berkembang sangat cepat dan menunjukan indikasi meluasnya konflik ke fase konfrontasi regional terbuka dengan dampak destruktif bagi stabilitas global.
Maarif Institute memandang konflik ini sebagai darurat kemanusiaan sekaligus ancaman serius terhadap stabilitas ekonomi, politik, dan sosial dunia. Eskalasi yang terjadi menandakan rapuhnya mekanisme pencegahan konflik internasional dan memperlihatkan betapa cepatnya dinamika regional dapat menjadi krisis global.
“Perang ini menghadirkan ancaman nyata terhadap stabilitas politik global dan ketahanan ekonomi dunia. Dampaknya nyata, lonjakan harga energi, gangguan jalur logistik, tekanan keuangan global, serta risiko polarisasi keagamaan lintas negara menjadi implikasi langsung yang harus diantisipasi, termasuk di Indonesia,” bunyi keterangan tertulis, Selasa (3/3/2026).
Baca juga: Refleksi Ramadhan Bareng PDIP, Maarif Institute Prihatin Tergerusnya Semangat Gotong Royong
Indonesia sebagai negara importir minyak sangat rentan terhadap guncangan harga energi dan inflasi. Selain itu, pengalaman historis menunjukkan bahwa konflik Timur Tengah kerap diekspor dalam bentuk sentimen ideologis dan sektarian.
”Jika tidak dikelola dengan kepemimpinan moral yang kuat dan literasi keagamaan yang moderat, ketegangan Sunni–Syiah dapat merembes ke ruang publik domestik dan mengganggu kohesi sosial nasional,” katanya.
Dalam situasi yang sarat keterangan geopolitik dan ideologis ini, penting untuk menegaskan pijakan moral yang menjadi dasar sikap masyarakat Indonesia. Konflik antarnegara tidak boleh ditransformasikan menjadi pertentangan teologis di ruang publik.

















































