Perang Iran Menguras 50% Stok Rudal Termahal AS, Bahaya Jika Konflik dengan China Pecah

10 hours ago 5

loading...

AS habiskan 50 persen stok rudal termahalnya dalam perang 40 hari melawan Iran. AS dalam bahaya jika perang melawan China pecah. Foto/US Navy/MC2 Taylor DiMartino

WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) telah menghabiskan 45 hingga 50 persen persediaan tujuh jenis rudal termahalnya dalam perang 40 hari melawan Iran. Kondisi ini meningkatkan kekhawatiran akan risiko jangka pendek kehabisan amunisi untuk perang di masa depan.

Pentagon telah menggunakan setidaknya 45% dari persediaan Rudal Serangan Presisi (Precision Strike Missiles), 50% dari persediaan rudal pencegat Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) dan hampir setengah dari persediaan rudal balistik Patriot—semuanya dalam tujuh minggu pertama perang melawan Iran. Data ini merupakan hasil analisis lembaga think tank Center for Strategic and International Studies (CSIS).

Baca Juga: Terungkap! Serangan Iran Sebabkan Pangkalan-pangkalan AS Rusak Sangat Parah, tapi Ditutup-tutupi

Menurut analisis tersebut—yang ditulis Mark Cancian, seorang pensiunan kolonel Korps Marinir AS dan Chris Park, seorang peneliti CSIS—meskipun AS mengeklaim memiliki cukup rudal untuk terus berperang dalam perang melawan Iran tanpa batasan, ada peningkatan risiko bahwa militer AS tidak cukup siap untuk perang di masa depan di Pasifik.

Sebelum perang melawan Iran, persediaan amunisi AS sudah menipis. CSIS memperkirakan akan membutuhkan waktu satu hingga empat tahun untuk mengisi kembali tujuh jenis amunisi utama ke tingkat sebelum perang Iran.

“Berkurangnya persediaan amunisi telah menciptakan risiko jangka pendek,” bunyi laporan CSIS, yang dikutip Fortune, Senin (27/4/2026).

“Perang melawan pesaing setara yang mumpuni seperti China akan menghabiskan amunisi dengan laju yang lebih besar daripada perang ini. Persediaan sebelum perang sudah tidak mencukupi; tingkat persediaan saat ini akan membatasi operasi AS jika konflik di masa depan muncul," lanjut laporan tersebut.

Pengeluaran Pertahanan Membengkak

Menurut Pentagon, dalam dua bulan terakhir, AS telah menengahi kesepakatan dengan perusahaan pertahanan untuk memperkuat amunisinya, termasuk Honeywell Aerospace, yang akan meningkatkan produksi komponen penting untuk persediaan amunisi Amerika setelah investasi multi-tahun sebesar USD500 juta.

Presiden Donald Trump telah meminta anggaran pertahanan sebesar USD1,5 triliun untuk tahun fiskal 2027, yang digambarkan Pentagon sebagai lonjakan pengeluaran pertahanan tahunan terbesar sejak Perang Dunia II.

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |