Jakarta -
Anggota Komisi II DPR yang juga Ketua DPP PDIP, Deddy Sitorus, mengusulkan agar kebijakan 1 hari work from home atau WFH dalam sepekan tidak diterapkan di hari Jumat atau Senin. Menurutnya, dua hari itu justru berpotensi menambah konsumsi BBM.
"Tujuan WFH itu apa? Jika untuk menghemat BBM yang berpotensi langka, maka memang sebaiknya tidak memasukkan hari Jumat dan hari Senin. Hal ini untuk mencegah WFH dijadikan libur long weekend sehingga tujuan awal tidak akan tercapai, bahkan berpotensi meningkatkan konsumsi BBM," kata Deddy saat dihubungi, Jumat (27/3/2026).
Ia mengusulkan agar WFH diambil di antara Selasa dan Kamis. Ia menilai salah satu di hari itu lebih cocok untuk diberlakukan WFH.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Oleh karena itu yang paling cocok adalah Selasa-Kamis di mana hari Senin digunakan untuk perencanaan atau briefing dan hari Jumat untuk evaluasi," ucapnya.
Lebih lanjut, ia juga mendorong ada SOP pengawasan, khususnya bagi ASN. Ia juga memandang pelayanan publik tidak boleh WFH sama sekali.
"Bidang apa saja yg diperbolehkan untuk WFH? Menurut saya yang terkait pelayanan publik esensial tidak boleh WFH karena akan menyebabkan efek domino bagi publik dan aktivitas ekonomi," ujar dia.
"Lalu bagaimana mengatur bidang atau unit yang bisa melakukan WFH agar ada rasa keadilan? Untuk ini saya menyarankan agar keputusan tentang shift yang WFH diserahkan pada masing-masing instansi dan kepala daerah maupun pimpinan lembaga," lanjut dia.
Menurutnya, jangan sampai WFH diberlakukan secara nasional atau dipukul rata. Ia berpandangan nantinya itu bisa berdampak pada kualitas layanan.
Selanjutnya, Deddy juga menyoroti perangkat yang dimiliki ASN yang WFH. Ia menyebut jika tidak memadai, sama saja WFH berarti libur bagi ASN tersebut.
"Apakah semua ASN memiliki perangkat komputer, tablet maupun alat komunikasi yang tersambung secara terus menerus selama jam kerja? Hal ini menjadi penting karena tanpa itu sebenarnya sama saja dengan libur sebab tak dapat diawasi dan tak mengerjakan apa pun. Sebut saja libur dan bukan WFH," ujar dia.
Seperti diketahui, Presiden Prabowo Subianto belum menentukan hari untuk bekerja dari rumah bagi pada pekerja demi penghematan energi. Namun, Mendagri Tito Karnavian mengatakan sudah ada pembahasan terkait itu, dan hari yang ditetapkan sudah mayoritas satu suara.
(maa/dwr)

















































