Panggilan Telepon dan Pesan Prabowo untuk Menkeu yang Baru

5 hours ago 5
Jakarta -

Urusan telepon dari Istana menjadi perbincangan saat Menteri Keuangan (Menkeu) diganti. Eks menkeu Purbaya Yudhi Sadewa punya cerita, begitu pula dengan menkeu yang baru, Suahasil Nazara.

Pelantikan Suahasil sendiri digelar di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14/9/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan terhadap Suahasil, satu-satunya pejabat yang dilantik kemarin.

Presiden Prabowo Subianto (kanan) memimpin pengambilan sumpah jabatan Suahasil Nazara (keempat kiri) sebagai Menteri Keuangan di Istana Negara, Jakarta, Senin (14/9/2026). Presiden Prabowo melantik Suahasil Nazara menjadi Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih sisa masa jabatan 2024–2029 menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/sgd/tom.Presiden Prabowo Subianto (kanan) memimpin pengambilan sumpah jabatan Suahasil Nazara (keempat kiri) sebagai Menteri Keuangan di Istana Negara, Jakarta, Senin (14/9/2026). (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)

Sejumlah pejabat turut menghadiri acara pelantikan ini, antara lain Menko Polkam Djamari Chaniago, Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra, Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menko PMK Pratikno, Menlu Sugiono, Mensesneg Prasetyo Hadi, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, Jaksa Agung ST Burhanuddin, Kepala BIN Herindra, Panglima TNI Jenderal Agus Subianto, Kepala Bappisus Aris Marsudiyanto, hingga Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Cerita Suahasil Ditelepon Pagi dan Purbaya Ditelepon Siang

Suahasil bercerita mengenai kapan kabar pelantikan itu datang kepada dirinya. Dia mengaku ditelepon pihak Istana pada pagi di hari yang sama saat dia dilantik.

"Mengenai proses, saya disampaikan tadi pagi dan untuk bersiap pelantikan pada sore hari ini," kata Suahasil kepada wartawan di Istana Negara, Jakarta, Senin (14/9).

Suahasil mengatakan penunjukan dirinya merupakan bentuk kepercayaan. Ia menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto.

Sementara, kabar pencopotan Purbaya ramai disorot saat dirinya tengah mengikuti rapat bersama DPD RI pada Senin siang. Detik-detik telepon dari Istana datang saat dirinya sedang menyampaikan paparan kepada pimpinan DPD RI hingga rapat itu mesti disetop sementara.

Rapat itu berlangsung di gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14/9). Hadir dalam rapat ini Bappenas hingga perwakilan Bank Indonesia.

Purbaya Yudhi SadewaPurbaya Yudhi Sadewa dalam rapat terakhir sebagai Menkeu bersama DPD RI, Senin (14/9/2026). (Foto: Dok Ist)

Siang itu, Purbaya masih mengikuti rapat sebagai Menkeu. Dia memaparkan berbagai hal, termasuk berbicara soal surat utang pemerintah.

Ketika memaparkan materi, Purbaya kemudian disela oleh salah satu pimpinan DPD RI. Pimpinan DPD menyampaikan bahwa rapat perlu diskors sementara karena ada telepon untuk Purbaya.

"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas)," kata pimpinan kepada Purbaya.

Purbaya lantas menghentikan paparannya. Ia menengok kepada jajaran agar menindaklanjuti telepon yang dimaksud. Rapat terpantau dihentikan beberapa menit. Setelahnya, siaran YouTube DPD RI memperlihatkan kursi Purbaya sudah kosong.

Profil Suahasil

Suahasil sendiri bukan orang baru di lingkungan Kementerian Keuangan. Dia sebelumnya kembali menjabat Wamenkeu Kabinet Merah Putih setelah dilantik pada 21 Oktober 2024.

Dikutip dari keterangan situs Kemenkeu, Suahasil juga pernah ditugaskan dalam sejumlah jabatan publik lainnya, yaitu sebagai anggota Tim Asistensi Menteri Keuangan bidang Desentralisasi Fiskal (2009-2011), Wakil Ketua Komite Pengawas Pelaksanaan Otonomi Daerah (2009-2015), Koordinator Pokja Kebijakan di Sekretariat Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (2010-2015), serta anggota Dewan Komite Ekonomi Nasional (2013-2014).

Kemudian karier Suahasil di Kemenkeu kian signifikan ketika ditugaskan sebagai Kepala Badan Kebijakan Fiskal secara definitif pada 31 Oktober 2016. Pada 25 Oktober 2019, ia dipercaya sebagai Wakil Menteri Keuangan dalam Kabinet Indonesia Maju, mendampingi Menteri Keuangan dalam perumusan dan pelaksanaan kebijakan fiskal nasional.

Pesan Prabowo untuk Suahasil

Suahasil mengungkap arahan khusus Presiden Prabowo Subianto usai dilantik menjadi Menteri Keuangan. Suahasil mengatakan Prabowo memintanya menjaga kesehatan dan kredibilitas keuangan negara.

"Arahan khusus dari Bapak Presiden adalah untuk menjaga keuangan negara. Artinya menjaga kesehatannya, menjaga kredibilitas dari keuangan negara tersebut," kata Suahasil kepada wartawan di Istana Negara, Jakarta, Senin.

Suahasil menyampaikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) harus mampu menopang program-program prioritas pemerintah. Oleh karena itu, ia memastikan APBN harus tetap sehat dan kredibel.

"Jadi APBN sebagai bagian dari keuangan negara harus bisa menjalankan program-program prioritas pemerintah. Karena itu APBN-nya itu harus sehat. Selain APBN-nya harus sehat, dia juga harus kredibel. APBN itu harus dapat dipercaya," ujarnya.

Suahasil menegaskan akan melanjutkan kinerja yang selama ini telah berjalan di Kementerian Keuangan. Ia berkomitmen bekerja keras demi mendorong pertumbuhan sekaligus menjaga stabilitas perekonomian negara.

"Dan untuk itu kita akan melakukan dengan Kementerian Keuangan yang selama ini sudah bekerja dengan sangat-sangat keras, akan melanjutkan menjaga keuangan negara tersebut menjadi APBN yang nantinya bisa menumbuhkan dan APBN yang juga bisa betul-betul menstabilkan ekonomi Indonesia," tuturnya.

Saksikan Live DetikPagi:

(fca/fca)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |