Militer AS Rilis Video Rudal-rudal Gempur 140 Target di Iran

16 hours ago 4

loading...

Militer AS rilis rekaman video serangan hari ketiga terhadap sekitar 140 target di Iran. Foto/X @CENTCOM

TEHERAN - Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) merilis rekaman video serangan rudal pada Minggu (12/7/2026) yang diklaim menghantam sekitar 140 situs militer Iran. Gempuran rudal ini, yang merupakan serangan putaran ketiga dalam sepekan, sebagai respons atas serangan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran terhadap kapal komersial di Selat Hormuz.

Rekaman video CENTCOM menunjukkan pasukan AS menggunakan amunisi presisi yang diluncurkan dari pesawat tempur berbasis darat dan laut, drone, serta dari kapal Angkatan Laut untuk menyerang fasilitas rudal dan drone Iran. Selain itu, target serangan lainnya mencakup kemampuan Angkatan Laut, lokasi penyimpanan amunisi, jaringan komunikasi, dan lokasi pengawasan pantai Iran.

Baca Juga: Iran Balas Serang Pangkalan AS di Qatar, Bahrain, dan UEA

Menurut CENTCOM, pasukan AS telah menyerang lebih dari 300 target di Iran selama tiga malam operasi, yang diklaim sebagai bagian dari upaya untuk mengurangi kemampuan Iran dalam menyerang pelaut sipil dan kapal komersial yang melewati Selat Hormuz.

Sementara itu, Iran membalas dengan meluncurkan serangan rudal dan drone terhadap pangkalan AS di Bahrain, Qatar, dan Uni Emirat Arab (UEA).

Ledakan terdengar di atas ibu kota Qatar, Doha, di mana jurnalis AFP melaporkan melihat pencegatan rudal menerangi langit gelap. Para warga juga menerima peringatan darurat di ponsel mereka yang menginstruksikan mereka untuk tetap berada di dalam rumah.

Sirene peringatan rudal juga meraung-raung di seluruh Bahrain, tempat markas Armada Kelima Angkatan Laut AS. Uni Emirat Arab juga mengeluarkan peringatan publik tentang serangan rudal dan drone yang segera datang. Pihak berwenang tidak segera mengidentifikasi lokasi yang menjadi sasaran di UEA atau pun melaporkan kemungkinan korban jiwa.

Aksi saling serang ini menandai memanasnya ketegangan di kawasan tersebut setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa gencatan senjata sementara dengan Iran telah berakhir, sambil mengatakan Washington tetap terbuka untuk negosiasi tentang penyelesaian permanen.

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |