Mengenal Gareth Morgan: di Balik Metafora Organisme Pesantren

9 hours ago 3

loading...

Dosen Manajemen Pendidikan Islam, Universitas Darunnajah (UDN) Jakarta, Muhammad Irfanudin Kurniawan. Foto/UDN Jakarta.

Dosen Manajemen Pendidikan Islam, Universitas Darunnajah (UDN) Jakarta, Muhammad Irfanudin Kurniawan

Workshop Peta jalan pesantren malam itu tiba-tiba menjadi rame, satu ruangan tertawa riang. Ini terjadi karena pemateri menemuka satu istilah menarik, ketika meminta peserta menulis di Mentimeter.

Apa itu?

Organisme Pesantren, ketika membaca kata itu, ada peserta yang nyeletuk "Orgasme apa organisasi" wkwkw

Begitupun juga dengan beberapa kiai yang membaca seri artikel opini kami tentang Organisme Pesantren ini, ada yang bertanya apa landasan teorinya dan siapa tokohnya.

Secara teori istilah organisme untuk organisasi dikenalkan oleh Gareth Morgan profesor Sosiologi Organisasi di bukunya "Images of Organization". Di bukunya Morgan menulis, organisasi itu bukanlah sesuatu yang objektif, tetap, dan tunggal. Ia bisa dilihat sebagai mesin, sebagai organisme, sebagai otak, sebagai budaya, sebagai sistem politik, sebagai budaya dan transformasi, bahkan sebagai alat dominasi.

Metafora-metafora itu adalah kacamata. Dan tergantung kacamata mana yang kita pakai, kita akan melihat masalah yang berbeda, dan menemukan solusi yang berbeda pula.

Siapa Gareth Morgan?

Dalam beberapa informasi di beberapa website, Gareth Morgan lahir di Wales, Britania Raya, pada tahun 1943. Ia belajar di Universitas Lancaster, Inggris, meraih gelar doktor di bidang sosiologi organisasi. Karier akademiknya ia habiskan di Universitas York, Kanada, tempat ia menjadi profesor di bidang organisasi. Ia bukan hanya akademisi, tapi juga konsultan manajemen dan penulis.

Buku Images of Organization terbit pertama kali pada tahun 1986. Sejak saat itu, buku ini menjadi salah satu teks paling berpengaruh dalam studi organisasi di seluruh dunia.

Ada yang bilang, Morgan adalah salah satu pemikir organisasi paling orisinal di zamannya. Ia tidak hanya mengkritik teori lama, tetapi juga menawarkan cara baru yang lebih kaya dan multidimensi.

Metafora Kedua yang Paling menarik

Delapan metafora yang ia tawarkan, semuanya penting. Tapi yang paling mengena di hati kami sesuai dengan beground pendidikan adalah metafora kedua yaitu organisasi sebagai organisme.

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |