Mampukah Yuan China Menantang Dominasi Dolar AS? Begini Analisisnya

9 hours ago 6

loading...

Jurus China terhadap mata uang Yuan, menurut analis mencerminkan ambisi yang lebih luas untuk merombak kekuatan keuangan global dan melindungi ekonominya dari risiko sanksi. Foto/Dok

JAKARTA - Jurus China terhadap mata uang Yuan , menurut analis mencerminkan ambisi yang lebih luas untuk merombak kekuatan keuangan global dan melindungi ekonominya dari risiko sanksi. Para pengamat pasar uang menggambarkan upaya ini sebagai lindung nilai geopolitik sekaligus inisiatif ekonomi, yang dirancang untuk mengurangi ketergantungan pada infrastruktur keuangan Barat.

Seiring dengan meningkatnya kampanye China untuk mengangkat yuan mendapatkan status cadangan global. Pertanyaan yang muncul apakah batasan struktural dapat mencegah mata uang tersebut menantang dominasi dolar AS dalam waktu dekat.

Presiden China, Xi Jinping memandang mata uang yang kuat dan sistem keuangan modern sebagai pilar kekuatan nasional. Sementara itu Beijing memperluas penyelesaian perdagangan dalam mata uang yuan, mempromosikan pertukaran mata uang, dan memperdalam hubungan keuangan dengan mitra BRICS dalam apa yang dilihat analis sebagai proyek ekonomi sekaligus geopolitik.

Baca Juga: Tenggelamkan Dolar AS, Xi Jinping: Yuan China Harus Jadi Mata Uang Cadangan Global

Xi dalam sebuah artikel menekankan perlunya mempercepat penciptaan sistem keuangan modern, termasuk peningkatan regulasi, layanan keuangan yang beragam, dan “infrastruktur keuangan yang independen, dapat dikendalikan, aman, dan efisien.”

Kepala bank sentral China, Pan Gongsheng belum lama ini juga membingkai upaya tersebut dalam istilah geopolitik, dengan mengatakan bahwa “mata uang yang mendominansi secara global cenderung digunakan sebagai alat atau dijadikan senjata,”. Selain itu Ia menyoroti yuan digital (e-CNY) sebagai alat utama untuk menginternasionalisasi renminbi dan melawan dominasi dolar.

Para analis mengatakan dorongan China mencerminkan kekhawatiran tentang eksposur terhadap sanksi dan kerentanan keuangan yang berpusat pada dolar. China telah memperluas jalur pertukaran mata uang dan mendorong penggunaan yuan dalam pembiayaan perdagangan dan pinjaman.

Langkah-langkah ini di mata seorang peneliti senior di Council on Foreign Relations, Brad Setser digambarkan sebagai asuransi terhadap sanksi AS daripada pengganti nyata untuk dolar. Para ahli juga menekankan, bahwa kenaikan yuan dibatasi oleh kontrol modal, suku bunga rendah, dan prioritas Beijing pada stabilitas keuangan daripada konvertibilitas penuh.

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |