Makna Rabiul Akhir, Bulan Keempat Kalender Hijriah dan Fakta-fakta Menariknya

9 hours ago 7

loading...

Meski tidak memiliki keistimewaan khusus seperti Ramadan atau bulan-bulan haram, Rabiul Akhir tetap memiliki tempat dalam perjalanan sejarah Islam. Foto ilustrasi/ist

Rabiul Akhir merupakan bulan keempat dalam kalender Hijriah. Bulan ini berada setelah Rabiul Awal yang dikenal luas sebagai bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW, dan tahun ini akan jatuh pada 13 September 2026, Ahad besok.

Meski tidak memiliki keistimewaan khusus seperti Ramadan atau bulan-bulan haram, Rabiul Akhir tetap memiliki tempat dalam perjalanan sejarah Islam . Lantas, apa arti Rabiul Akhir dan bagaimana kedudukannya dalam kalender Islam ?

Arti Rabiul Akhir

Secara bahasa, Rabiul Akhir berasal dari bahasa Arab. Kata rabi' berkaitan dengan musim semi, sedangkan akhir berarti yang terakhir. Karena itu, Rabiul Akhir dapat dimaknai sebagai musim semi yang terakhir atau musim semi kedua.

Penamaan tersebut berkaitan dengan kondisi musim pada masa masyarakat Arab dahulu. Ketika kalender Hijriah mulai digunakan, penamaan bulan masih memiliki keterkaitan dengan kondisi alam dan musim.

Baca juga: Kapan Rabiul Akhir 2026? Ini Kalender Hijriyah di Bulan September

Namun, karena kalender Hijriyah merupakan kalender lunar yang berjumlah sekitar 354 hari dalam setahun, bulan-bulannya terus bergeser sekitar 10-11 hari setiap tahun jika dibandingkan dengan kalender Masehi. Akibatnya, Rabiul Akhir tidak selalu bertepatan dengan musim semi sebagaimana makna asal namanya. Rabiul Akhir merupakan bulan setelah Rabiul Awal dan sebelum Jumadil Awal.

Rabiul Akhir Bukan Bulan Haram

Berbeda dengan Muharram, Rajab, Zulqa'dah, dan Zulhijjah, Rabiul Akhir tidak termasuk empat bulan haram dalam Islam.
Empat bulan haram tersebut memiliki kedudukan khusus sebagaimana disebutkan Allah SWT dalam Al-Qur'an Surah At-Taubah ayat 36.

Meski demikian, tidak termasuk bulan haram bukan berarti Rabiul Akhir tidak bernilai bagi umat Islam. Setiap waktu merupakan kesempatan bagi seorang Muslim untuk meningkatkan ketakwaan dan memperbanyak amal saleh.

Tidak Ada Amalan Khusus di Rabiul Akhir

Hal penting yang perlu diketahui adalah tidak terdapat dalil yang menetapkan amalan khusus untuk bulan Rabiul Akhir sebagaimana terdapat ibadah tertentu yang memiliki keutamaan berdasarkan dalil pada waktu-waktu tertentu.

Karena itu, umat Islam tidak perlu meyakini adanya ritual khusus yang secara syariat hanya diperuntukkan bagi Rabiul Akhir.
Meski demikian, umat Islam tetap dianjurkan memperbanyak ibadah yang memang disyariatkan, seperti salat, membaca Al-Qur'an, berzikir, berdoa, bersedekah, serta melakukan berbagai amal kebajikan.

Dengan demikian, Rabiul Akhir dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas ibadah tanpa harus mengkhususkan ritual tertentu yang tidak memiliki landasan syariat.

Catatan Sejarah Islam di Bulan Rabiul Akhir

Rabiul Akhir juga memiliki sejumlah catatan dalam sejarah Islam. Salah satu tokoh yang disebut wafat pada bulan ini adalah Umar bin Abdul Aziz, khalifah dari Bani Umayyah yang dikenal karena kezuhudan, keadilan, dan kebijaksanaannya.

Umar bin Abdul Aziz bahkan kerap disebut sebagai khalifah kelima karena karakter kepemimpinannya yang dianggap menyerupai Khulafaur Rasyidin.

Namun, berbagai catatan sejarah mengenai waktu terjadinya peristiwa dan wafatnya tokoh-tokoh Islam perlu dilihat berdasarkan sumber sejarah yang digunakan. Tidak semua peristiwa yang dikaitkan dengan Rabiul Akhir memiliki kedudukan yang sama kuat dalam literatur sejarah.

Melanjutkan Spirit Rabiul Awal

Rabiul Akhir datang setelah Rabiul Awal, bulan yang dalam tradisi umat Islam Indonesia banyak diisi dengan kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |