Logo HUT RI: Lebih dari Sekadar Identitas Visual, tetapi Kompas Moral dan Operasional Bangsa

6 hours ago 1

loading...

Imamul Masyhudi, Dosen Desain Komunikasi Visual, Universitas Multimedia Nusantara. Foto/istimewa

Imamul Masyhudi
Dosen Desain Komunikasi Visual, Universitas Multimedia Nusantara

SETIAP tahun Indonesia memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan dengan logo baru. Sebagian masyarakat mungkin menganggap logo tersebut hanya pelengkap seremoni: menghiasi spanduk, baliho, media sosial, hingga panggung perayaan. Setelah peringatan usai, logo pun pelan-pelang menghilang.

Pandangan seperti itu sesungguhnya terlalu menyederhanakan fungsi sebuah logo. Dalam perspektif desain komunikasi visual, logo merupakan identitas visual yang membedakan dan merepresentasikan suatu institusi, program, atau peristiwa. Namun ketika sebuah logo memuat nilai, harapan, dan arah yang ingin dibangun bersama, fungsinya menjadi berkembang. Di titik inilah logo bergeser dari sekadar identitas visual menjadi sebuah simbol, penampung gagasan dan cita-cita bersama

Dalam kajian semiotika Roland Barthes, simbol visual tidak hanya memiliki makna denotatif sebagai bentuk yang terlihat, tetapi juga makna konotatif yang merepresentasikan nilai, harapan, dan ideologi. Karena itu, logo HUT RI selayaknya dipahami sebagai pengingat kolektif tentang cita-cita yang ingin diwujudkan bangsa Indonesia, bukan sekadar identitas sebuah peringatan tahunan. Namun, makna simbol tidak pernah berdiri sendiri. Ia memperoleh kekuatan ketika diwujudkan dalam tindakan. Di sinilah letak tantangan terbesar.

Dalam pandangan penulis, fungsi logo HUT RI bukan hanya identitas visual atau media kampanye, melainkan sebagai kompas moral dan operasional bagi penyelenggara negara. Sebagai kompas moral, logo mengingatkan nilai-nilai dasar yang harus dijaga; sebagai kompas operasional, logo mengarahkan bagaimana nilai-nilai tersebut diterjemahkan ke dalam kebijakan, pelayanan publik, dan tata kelola pemerintahan.

Dengan demikian, keberadaan logo tidak berhenti pada ruang-ruang seremoni, hadir di kantor pemerintahan atau ruang publik, melainkan menjadi pengingat kolektif atas arah yang harus ditempuh negara. Logo HUT RI bukan sekadar dekorasi.

Tulisan ini tidak dimaksudkan untuk membahas bentuk visual maupun filosofi logo HUT RI ke-81 atau logo-logo HUT RI lainnya. Pembahasan lebih diarahkan pada fungsi logo sebagai simbol negara yang hadir setiap tahun dan mengandung harapan akan arah pembangunan bangsa.

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |