
Surakarta – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Surakarta kembali menjadi mitra dalam pengembangan ilmu pengetahuan melalui pelaksanaan penelitian akademik. Kali ini, mahasiswa Program Studi Psikologi Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta melaksanakan penelitian mengenai kondisi psikologis narapidana kasus narkotika sebagai bagian dari penyusunan tugas akhir.
Penelitian bertujuan untuk menganalisis bagaimana berbagai problem psikologis yang dialami narapidana memengaruhi kemampuan mereka untuk bangkit dan beradaptasi (resiliensi), serta mengkaji peran dukungan sosial keluarga dalam memperkuat proses pemulihan tersebut. Kegiatan penelitian dilakukan melalui penyebaran instrumen penelitian kepada narapidana kasus narkotika yang memenuhi kriteria responden. Seluruh proses berlangsung dengan tetap memperhatikan etika penelitian, menjaga kerahasiaan data responden, serta mengikuti prosedur dan ketentuan yang berlaku di lingkungan pemasyarakatan.
Karutan Surakarta, Bhanad Shofa Kurniawan menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin antara Rutan Surakarta dengan Universitas Sebelas Maret. Menurutnya, penelitian ilmiah menjadi salah satu bentuk sinergi yang dapat memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan kebijakan maupun program pembinaan berbasis data.
Dengan penelitian ini diharapkan diperoleh gambaran mengenai faktor-faktor psikologis yang memengaruhi resiliensi narapidana, sehingga dapat menjadi bahan masukan dalam penyusunan program pembinaan yang lebih efektif, khususnya bagi narapidana penyalahgunaan narkotika. Peran keluarga sebagai sistem pendukung juga diharapkan semakin diperkuat dalam mendukung keberhasilan proses reintegrasi sosial.
Melalui dukungan terhadap berbagai kegiatan penelitian akademik, Rutan Surakarta terus membuka ruang kolaborasi dengan perguruan tinggi sebagai upaya menghadirkan pembinaan yang semakin berkualitas, berbasis ilmu pengetahuan, serta mendukung terwujudnya sistem pemasyarakatan yang humanis, adaptif, dan berorientasi pada pemulihan serta perubahan perilaku warga binaan.


















































