loading...
Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin menyerahkan santunan secara langsung kepada ahli waris korban yang berdomisili di Jawa Barat, Jumat (18/9/2026). Foto/Dok. SindoNews
BANDUNG - PT Jasa Raharja (Persero) terus memenuhi hak korban meninggal dunia insiden KM Virgo Transport 8 . Setelah sebelumnya menyerahkan santunan kepada sejumlah ahli waris korban yang telah teridentifikasi dan terverifikasi, Jasa Raharja kembali menyerahkan santunan kepada dua ahli waris korban yang berdomisili di Jawa Barat, Jumat (18/9/2026).
Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin, menyerahkan santunan secara langsung kepada ahli waris korban. Santunan diserahkan kepada Miming, ayah kandung korban Erik Maosul Latip, yang hadir mewakili istri korban selaku ahli waris, serta didampingi Agus Mulyadi, kepala Desa Situsaeur sekaligus paman korban. Baca juga: Jejak Kelam Laut Jawa: 5 Tragedi Kapal yang Menelan Ratusan Korban, Terbaru Virgo Transport 8
Sementara itu, santunan untuk korban Risyan Kurnia Putra diterima Siti Kirani Nazwatul Fadilah, adik kandung korban, yang hadir mewakili ibu kandung korban selaku ahli waris, didampingi Mahmudin, kakak ipar korban. Sebagai bentuk kehadiran negara dalam penanganan insiden KM Virgo Transport 8, Jasa Raharja terus memastikan pemenuhan hak korban dan keluarga yang ditinggalkan.
Hingga Jumat (18/9/2026), Jasa Raharja telah menyalurkan santunan kepada seluruh enam korban meninggal dunia yang telah berhasil diidentifikasi, dan diketahui berdomisili di Jawa Barat dan Jawa Timur. Penyerahan santunan dilakukan setelah proses identifikasi dan verifikasi data korban dinyatakan valid.
Sesuai ketentuan, masing-masing korban meninggal dunia memperoleh santunan sebesar Rp50 juta. Termasuk manfaat tambahan dari Jasaraharja Putera sebesar Rp20 juta, yang diserahkan kepada ahli waris yang sah.
Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin mengatakan, kelancaran proses penyaluran santunan tidak terlepas dari koordinasi dan kolaborasi yang baik dari seluruh pihak. “Sejak proses pencarian dan evakuasi dimulai, kami berupaya melakukan pendataan secara bersama-sama melalui kesiapsiagaan insan Jasa 2 Raharja yang berada di posko, informasi dari keluarga korban, serta koordinasi dengan berbagai pihak terkait,” katanya.
Data dan informasi tersebut kemudian dipadukan dengan sistem dan integrasi data yang telah dimiliki Jasa Raharja. ”Tentunya, semua ini tidak terlepas dari dukungan dan kolaborasi seluruh stakeholders yang bersama-sama membantu proses penanganan sejak awal,” ujarnya.


















































