loading...
Iran siap berperang jika MoU tidak dilaksanakan. Foto/X
TEHERAN - Iran mengindikasikan bahwa mereka belum siap untuk menegosiasikan perjanjian akhir dengan Amerika Serikat. Iran menyatakan bahwa ketentuan-ketentuan utama dari 14 poin Memorandum of Understanding (MoU) yang baru saja ditandatangani harus dilaksanakan sebelum pembicaraan komprehensif dapat dimulai.
Ketua Parlemen Iran dan kepala perunding, Mohammad Bagher Ghalibaf, juga memperingatkan bahwa Teheran akan menanggapi setiap “pelanggaran pemahaman” yang mengakhiri konflik baru-baru ini. Mengacu pada insiden di Teluk Persia, dia mengatakan Iran memandang insiden tersebut sebagai pelanggaran gencatan senjata bahkan ketika hubungan diplomatik dengan Washington terus berlanjut.
Menurut kantor berita ISNA, Ghalibaf mengatakan dalam sebuah wawancara yang disiarkan televisi pada hari Selasa, “Kami menganggap peristiwa yang terjadi di Teluk Persia malam ini sebagai pelanggaran terhadap pemahaman untuk mengakhiri perang, dan kami pasti akan bereaksi terhadapnya, dan tentu saja, pihak lain juga akan bereaksi.”
Ia juga menegaskan kembali bahwa diplomasi tetap menjadi pendekatan yang disukai Teheran, sekaligus menegaskan bahwa Iran siap melakukan aksi militer jika negosiasi gagal. Berbicara kepada televisi pemerintah, dia berkata, "Kami sedang mengupayakan dialog, namun jika dialog tidak dilaksanakan, kami juga siap berperang dan akan meresponsnya dengan tepat," lapor AFP.
Pernyataannya disampaikan ketika delegasi Iran dan AS dijadwalkan mengadakan diskusi terpisah di Doha untuk membahas implementasi MoU melalui mediator.
Ketua Parlemen Iran mengatakan negaranya telah meningkatkan ekspor minyak secara tajam sejak blokade AS terhadap pelabuhan-pelabuhannya dicabut, setelah suatu periode dimana negara tersebut tidak dapat mengekspor minyak mentah apapun.
“Sejak blokade dicabut hingga hari ini, kami telah mengekspor lebih dari 40 juta barel minyak.” Ia menambahkan, “Sebaliknya, selama 50 hingga hampir 60 hari sebelumnya, kami benar-benar tidak mampu mengekspor satu barel minyak pun,” ujarnya.

















































