Jakarta -
Sejumlah rombongan ibu-ibu pengajian menghadiri acara Munajat Bangsa dan Pengukuhan pengurus MUI di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat. Mereka datang bersama-sama untuk mengikuti doa bersama dan memanjatkan doa bagi korban bencana di Sumatera.
Tari (60), jemaah asal Cikarang Selatan, mengaku datang bersama rombongan pengajian menggunakan bus. Ia berangkat sejak pagi agar bisa mengikuti rangkaian acara hingga selesai.
"Naik bus, dari jam 6 pagi. Rombongan pengajian," kata Tari di kawasan Masjid Istiqlal, Sabtu (7/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tari mengatakan dirinya cukup sering mengikuti kegiatan yang digelar Majelis Ulama Indonesia (MUI). Karena itu, saat ada munajat bersama untuk keselamatan bangsa dan korban bencana, ia kembali ikut hadir.
"Ikutin terus saya," ujarnya.
Menurut Tari, doa bersama seperti ini penting sebagai bentuk dukungan moral bagi para korban bencana. Ia berharap kegiatan serupa terus digelar ke depan.
"Ada harapan, biar sukses, biar tambah meriah lagi," katanya.
Ia juga menyampaikan harapan kepada Presiden Prabowo Subianto yang turut hadir dalam acara tersebut. Tari berharap Presiden Prabowo dapat menjalankan amanah dan mengayomi masyarakat.
"Buat Bapak Presiden, biar jadi amanah, biar bisa mengayomi masyarakat se-Indonesia," tuturnya.
Jemaah lain, Sakinah (48) asal Bekasi, mengaku datang sejak pagi agar bisa mengikuti doa bersama dari awal. Ia menyebut kehadirannya sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama warga yang terdampak bencana.
"Walau nggak bisa membantu langsung di lokasi, paling tidak kita bisa mendoakan agar para korban diberi kekuatan dan situasi segera membaik," ucapnya.
Ia menilai kehadiran Presiden dalam munajat bersama memberi semangat bagi para jemaah. "Tandanya presiden juga peduli sama saudara-saudara kita yang terdampak bencana," imbuhnya.
Rangkaian munajat dan doa keselamatan bangsa ini dipimpin sejumlah ulama dan tokoh agama, di antaranya KH Abdul Manan Ghani, KH Mahfud Assirun, Habib Ali bin Abdurrahman Al Habsyi, Habib Ahmad bin Ali Assegaf, serta Ustadz Abdul Somad.
Sementara itu, pengukuhan pengurus MUI masa khidmat 2025-2030 dipimpin oleh Ketua Umum MUI KH Anwar Iskandar. Kegiatan ini juga dihadiri pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam dari seluruh Indonesia sebagai simbol kebersamaan ulama, umara, dan umat dalam merawat keselamatan dan persatuan bangsa.
MUI berharap dapat menghadirkan ruang kebersamaan yang menyejukkan, meneguhkan doa dan ikhtiar bersama, serta memperkuat sinergi seluruh elemen bangsa.
(bel/zap)


















































