Gus Idror Maimoen Serukan Persatuan Kader di Muswil PPP Jateng

3 hours ago 5

Jakarta -

Tokoh ulama Partai Persatuan Pembangunan (PPP) KH Muhammad Idror Maimoen, yang akrab disapa Gus Idror, menyampaikan pesan kebersamaan dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) PPP Jawa Tengah.

Dalam sambutannya, Gus Idror meneladani ajaran Nabi Muhammad SAW tentang kepemimpinan dan kebersamaan. Ia menuturkan, Rasulullah SAW mengajarkan pentingnya berjalan di jalan yang benar, sebagaimana perumpamaan tentang sekelompok orang yang tetap bersama dalam satu arah.

Ia mengajak seluruh kader menjadikan Muswil sebagai momentum untuk memperkuat persatuan demi kebangkitan PPP menuju Pemilu 2029.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya mencoba meneladani Nabi dengan mengembala secara diam-diam. Seperti yang disampaikan Rasulullah SAW, ada kelompok yang ketika bergerak ke kanan atau ke kiri, mereka tetap bersama dan tidak terpecah," ujar Gus Idror, Sabtu (7/2/2026).

Lebih lanjut, ia mengucapkan selamat kepada PPP Jawa Tengah atas terselenggaranya Muswil serta mengajak seluruh peserta mengiringi proses tersebut dengan hati yang lapang dan ikhlas, seraya memohon pertolongan Allah SWT. Hal itu sejalan dengan tema besar Muswil yang menekankan semangat kebersamaan, kekompakan, dan persatuan sebagai kunci menuju kemenangan pada Pemilu 2029.

"Allah SWT akan menolong dan memenangkan kelompok-kelompok yang berada di jalan-Nya. Pertanyaannya, apakah kita sudah menjadi bagian dari kelompok itu dan menjalankan perintah Allah," tuturnya.

Selain itu, Gus Idror menegaskan Muswil harus menjadi sarana untuk menyatukan langkah dan memperkuat ukhuwah di antara kader PPP, khususnya di Jawa Tengah. Ia berharap kebersamaan yang terbangun di daerah dapat menjadi titik awal kebangkitan PPP secara nasional.

"Muswil ini mari kita antarkan dengan kebersamaan. Dari Jawa Tengah inilah kebangkitan PPP kita mulai," tegasnya.

Di akhir pesannya, ia mengajak seluruh kader untuk menanggalkan perbedaan serta mengedepankan kepentingan partai di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.

"Maka dari sekarang tidak ada lagi Bapak H. Muhamad Mardiono dan Agus Suparmanto, yang ada hanyalah PPP dengan menjaga kekompakan, ukhuwah, dan persaudaraan," pungkasnya.

(prf/ega)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |