Dindikbud: Kota Serang Kekurangan Ratusan Guru SD dan SMP

6 hours ago 3

Jakarta -

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang menyampaikan wilayahnya masih kekurangan ratusan guru jenjang SD hingga SMP. Pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk menangani masalah tersebut.

Kepala Dindikbud Kota Serang Ahmad Nuri mengatakan saat ini pihaknya masih melakukan pemetaan secara komprehensif untuk mengetahui kebutuhan guru secara lebih rinci pada tahun ajaran 2026/2027.

"Ratusan. Dari jenjang SD sampai SMP ada ratusan kekurangan guru yang memang perlu ada penambahan dari kita," ujar Ahmad Nuri, Rabu (12/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemetaan kebutuhan dilakukan untuk mengetahui secara detail sekolah mana saja yang mengalami kekurangan guru, serta berapa jumlah tenaga pendidik yang dibutuhkan.

"Kita konsultasi dulu. Kita ke BKPSDM, konsultasi ke kementerian. Bagaimana ketika misalkan ternyata ada kekurangan guru," ujarnya.

Menurutnya, masalah kekurangan guru harus segera menemukan solusi karena berdampak pada beban mengajar, terutama jika seorang guru harus menangani beberapa kelas sekaligus.

"Nggak mungkin juga kan. Ini saya kira yang harus kita bijaki dan harus ada kebijakan nasional untuk daerah-daerah yang kekurangan guru, yang sekarang harus kita percepat pemenuhan kebutuhan gurunya tersebut," katanya.

Sementara itu, Pemkot Serang mendapat bantuan sebanyak 14 guru dari Teach First Indonesia (TFI) sebagai tambahan tenaga pengajar. Mereka akan ditempatkan di sejumlah sekolah dasar yang berada di wilayah pinggiran Kota Serang.

Para pengajar tersebut berasal dari berbagai daerah di Indonesia dan akan menjalankan tugas selama dua tahun. Guru dari organisasi tersebut akan ditempatkan di sejumlah wilayah, di antaranya Kasemen, Serang, Gempol, dan Karangantu.

"Selama dua tahun mereka menjadi guru mata pelajaran dan guru wali kelas di masing-masing satuan pendidikan, terutama di SD," ujarnya.

Ahmad Nuri menambahkan, kehadiran guru TFI tidak hanya membantu dari sisi jumlah tenaga pengajar. Program tersebut juga dinilai memberikan energi baru bagi sekolah melalui penerapan praktik serta pendekatan pembelajaran yang lebih segar.

"Mereka melakukan praktik-praktik baik, mengonsolidasikan guru-guru yang ada di satuan pendidikan di Gempol misalkan. Mereka semua terus melakukan pendekatan-pendekatan yang fresh di sana," pungkasnya.

(aik/dek)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |