Digitalisasi Bansos Akan Diperkuat Teknologi GoTo

5 hours ago 4

Jakarta -

Kementerian Sosial (Kemensos) terus berupaya untuk memperkuat kepercayaan publik melalui mekanisme digitalisasi data penerima bantuan sosial (bansos). Salah satunya dengan menggunakan teknologi pengenalan wajah dari GoTo.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menerima audiensi jajaran GoTo untuk membahas dukungan digitalisasi perlindungan sosial, mulai dari penguatan akurasi data penerima manfaat, verifikasi bantuan sosial, hingga peluang dukungan teknologi bagi program Sekolah Rakyat di Kantor Kementerian Sosial, Jumat (12/6/2026).

"Kalau datanya tidak akurat, maka sasarannya juga tidak tepat," kata Gus Ipul dalam keterangan tertulis, Sabtu (13/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia menegaskan bahwa penguatan perlindungan sosial perlu bertumpu pada tiga hal utama yaitu data akurat, sasaran tepat, dan Sekolah Rakyat.

Dia menjelaskan, CEO GoTo Hans Patuwo pun memaparkan teknologi deteksi keaktifan wajah atau liveness detection. Teknologi ini digunakan untuk memastikan bahwa orang yang melakukan verifikasi benar-benar berada di depan kamera, bukan menggunakan foto, rekaman video, atau manipulasi digital.

Gus Ipul menilai teknologi penting untuk memperkuat validasi penerima manfaat bantuan sosial. Teknologi seperti ini, menurutnya, mendukung proses penyaluran bantuan sosial semakin akurat dan tepat sasaran.

"Kita dorong, kita setujui ini," ujar Gus Ipul.

Pada tahap awal, GoTo memberikan dukungan sebanyak 5 juta hits atau verifikasi untuk mendukung digitalisasi bantuan sosial. Dukungan tersebut menjadi bagian dari uji coba layanan verifikasi bagi penerima manfaat.

"Terima kasih dikasih bantuan 5 juta ini. Tapi kita juga harus cek cost dan biayanya. Mulai sekarang dibuat perencanaan. Nanti 5 juta ini habis, kita kemana," ungkap Gus Ipul.

Uji coba layanan yang telah dikembangkan sejak 2022 tersebut dilakukan di 42 kabupaten/kota. Dalam paparan yang disampaikan, layanan telah digunakan terhadap 28.961 percobaan dengan tingkat keberhasilan sekitar 98,4 persen.

Selain membahas verifikasi data, audiensi juga membuka peluang pemanfaatan ekosistem GoPay dalam penyaluran bantuan sosial dengan bertumpu pada prinsip kecepatan, efisien, aman, dan langsung diterima oleh penerima manfaat.

Selain bantuan sosial, Gus Ipul juga memperkenalkan program Sekolah Rakyat kepada jajaran GoTo. Ia menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat disiapkan bagi anak-anak dari keluarga paling miskin, anak putus sekolah, anak terlantar, serta anak-anak yang kehilangan kesempatan pendidikan.

"Sekolah Rakyat ini bagus sekali, Pak. Ini untuk orang paling miskin," ujar Gus Ipul.

Dia berharap GoTo juga dapat memberi dukungan teknologi untuk pengelolaan Sekolah Rakyat. Dukungan tersebut dapat mencakup sistem manajemen sekolah, pemantauan aktivitas siswa, atau pengelolaan transaksi.

Gus Ipul mengatakan bahwa teknologi yang aman dan tepat sangat dibutuhkan untuk membantu pemerintah memastikan bantuan sosial sampai kepada masyarakat yang benar-benar berhak sehingga tepat sasaran.

"Yang jelas saya butuh sistem yang aman," tutup Gus Ipul.

Sebagai informasi tambahan, audiensi tersebut turut dihadiri oleh Head of Identity Compliance GoTo Financial Fajar Aji Suryawan dan Head of Corporate Affairs Audrey P. Petriny.

Simak juga Video 'Nggak Dapat Bansos Padahal Keluarga Rentan? Begini Cara Lapornya':

(akd/ega)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |